Marsha Aruan (Suara.com/Dendi Afriyan)
Matamata.com - Siapa sih yang tak kenal dengan artis muda Marsha Aruan? Belum lama ini ia sukses memukau penggemar setianya dengan gaya selfienya di laman Instagram.
Dilansir dari keterangan fotonya, Marsha Aruan mengaku meniru gaya personel BLACKPINK, Jennie BLACKPINK.
Penasaran kan seperti apa potret cantik kekasih El Rumi itu?
Langsung saja yuk kita simak 3 deretan fotonya di bawah ini.
1. Swag abis
Percaya diri dengan gerai rambut lurus dipadukan kemeja biru, Marsha Aruan terlihat trendi deh.
2. Background yang epic!
Berlatar foto di padang ilalang yang indah, Marsha Aruan terlihat makin fabulous kan?
3. Udah mirip Jennie BLACKPINK kan?
Ala-ala efek terkena sengatan matahari, pesona Marsha Aruan bikin penggemarnya terpikat nih.
Berita Terkait
-
Terungkap! Jennie BLACKPINK Dituding Punya Video Syur dengan Pewaris BMW
-
Praveen Jordan dan Bellaetrix Puji Artis, Jago Bermain Bulu Tangkis di TOSI Season 3
-
Kepergok Mesra dengan Eca Aura di Bangkok, Caption El Rumi Bikin Netizen Heboh: Pelan-pelan, Jangan Buru-buru
-
Marsha Aruan Tampil Seksi Nonton Konser Taylor Swift di Singapura, Tato di Lengan Bikin Salfok
-
Ajak Joget-joget Puan Maharani, Marsha Aruan Diserang: Auto Unfollow
Terpopuler
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Nasib Nadiem Makarim Ditentukan Hari Ini: Hakim Bacakan Putusan Sela Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 Triliun
-
Geger Penyelidikan Kriminal Jerome Powell oleh Trump, Kurs Dolar AS Langsung Ambruk!
-
Jadi Pusat Protein Nasional, Gorontalo Utara Siap Mulai Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi
Terkini
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya