Matamata.com - Ernest Prakasa unggah kata-kata bijak terkait ramai soal larangan mengucapkan selamat Natal kepadanya sebagai penganut Nasrani.
Dia tak memasalahkan jika ada sahabat yang tak mengucapkan selamat Natal kepadanya karena keimanannya.
Ini diunggah Ernest Prakasa lewat akun Instagramnya bertuliskan :
Bila Karna iman kamu tidak nyaman untuk mengucap "Selamat Natal" maka jangan ucapkan. Itu tidakmembuatku membencimu, kawan.
Di caption, Ernest berharap Natal tahun ini menjadi momen untuk berbagi kedamaian setelah sempat terpecah karena politik.
"Kita sudah terlalu terpecah-belah karna politik. Mari jadikan Natal ini momentum damai. Bagi teman-teman non-Kristen yang tidak nyaman mengucapkan, tidak perlu dipermasalahkan. Bagi yang mengucapkan, saya haturkan terimakasih.
Selamat Natal, kiranya damai Allah beserta kita semua, sekarang dan selama-lamanya," tulis Ernest Prakasa.
Sebelumnya muncul imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait larangan ucapan selamat Natal kecuali untuk Wakil Presiden Ma'ruf Amin menambah besar polemik yang berkembang di masyarakat.
Berita Terkait
-
Prabowo Subianto Bicara Militerisme dan Pentingnya Kritik bagi Pemimpin
-
Menteri Agama: Natal Jadi Momentum Perkuat Solidaritas Bagi Korban Bencana
-
Presiden Prabowo Ajak Rakyat Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana di Sumatera
-
Tinjau Perayaan Natal di Katedral Manado, Menag Nasaruddin Umar Tekankan Nilai Solidaritas
-
Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Natal dan Tahun Baru 2026 di Tengah Duka Bencana Sumatera
Terpopuler
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Menuju Panggung Internasional, Atlet Muda Indonesia Dibina dengan Jangka Panjang
-
Menkeu Purbaya Tambah Penempatan Dana Pemerintah Rp400 Triliun di Bank Himbara
-
ESDM Sempat Tahan Ekspor Batu Bara demi Amankan Listrik PLN
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
Terkini
-
Tring! by Pegadaian FORESTRA 2026 Umumkan Jajaran Penampil Tahap 2, Merayakan Harmoni Musik dan Alam di Tengah Hutan
-
Chapter Jogja 2026 Hadirkan Ruang Pertemuan Seni, Komunitas, dan Pasar dalam Satu Ekosistem
-
ARTJOG 2026 Dibuka, Seni Jadi Ruang Dialog Antargenerasi
-
Indonesias Horse Racing: Naga Sembilan Rebut Piala Paku Alam, Pesta Karnaval dan Inul Daratista Hibur Ribuan Pengunjung
-
Youth Break the Boundaries Umumkan Pemenang JYS 2026 di Osaka, Pemuda Dunia Pamer Inovasi & Budaya