Matamata.com - Seniman Gatot Soenjoto menambah duka dunia hiburan. Sosok yang khas dengan boneka Tongki itu meninggal dunia pada Sabtu, 12 September 2020.
"Hari ini menjadi momen terberat untukku. Ayah kami tercinta, idolaku, mentorku, Gatot Soenjoto meninggal dunia," kata Deva Permana dalam keterangannya di Instagram.
Gatot Soenjoto dikenal sebagai seniman serba bisa yang hits di era 1970-an. Bakatnya mulai dari musik, olah suara, hingga bermain sulap.
Mengenang kembali sosoknya, berikut lima fakta perjalanan karier lelaki kelahiran Malang, 28 Agustus 1940 ini.
1. Awal karier
Gatot Soenjoto mulai menulis lagu sejak 1963. Dikatakannya, ia belajar musik dari sosok Mochtar Embut, Bing Slamet, hingga Jack Lesmana.
Kecintaannya pada musik, menghasilkan salah satu lagu hits bertajuk "Gubahanku". Lagu itu dilombakan pada Festival Lagu Populer 1973 dan menjadi juara II.
2. Tekuni ventriloquism
Selain musik, pria 80 tahun ini juga mendalami ventriloquism atau seni berbicara dengan suara perut. Ia menyaksikan pertunjukan ventriloquist di Indonesia pada th 1966 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
Pada 1974, Gatot Soenjoto hijrah ke New York untuk mempelajari kemampuan ahli suara.
Di negeri Paman Sam itu juga, Gatot Soenjoto tak meninggalkan hobi bermusik. Ia tergabung di band Los Morenos Restauran Ramayana, dengan mentornya, Michael Tannen.
3. Memandu acara anak-anak di TVRI
Pulang dari Amerika, Gatot Soenjoto dipercaya memandu acara anak-anak di TVRI. Tidak sendiri, ia ditemani boneka Tongki yang berceloteh dari suara perut Gatot.
Bersama bonekanya, Gatot Soenjoto tampil jenaka. Ia juga tak sungkan mengenakan kostum sesuai dengan karakter yang dimainkan
4. Aktif mengisi talkshow
Selain menjadi pemandu acara, Gatot Soenjoto juga tak pelit ilmu. Ia kerap tampil di berbagai talkshow guna membagikan pengalaman yang bisa dipelajari penonton.
Beberapa program talkshow tersebut diantaranya Dorce Show (Trans TV-2006) serta Kick Andy (Metro TV-2007).
5. Terus belajar ventriloquism
Kendati Garot Soenjoto telah piawai dengan suara perut, namun ia tak pernah berhenti belajar.
Pada 2004, ayah Deva Permana ini mendapatkan hadiah buku tentang ventriloquist lengkap dengan kasetnya dari Bing Rahardja. (Rena Pangesti)
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia
-
Rumah Perubahan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Waktunya STARt Bersama TikTok Shop Tokopedia
-
Dukung Minat Anak dengan Eksplorasi Profesi di KidZania Jakarta
-
5 Pilihan Airport Transfer Kuala Lumpur Terbaik yang Bisa Disesuaikan dengan Budget
-
The Sounds Project Vol. 9 Rilis Phase 2 Lineup, Siap Hadirkan Musisi Global dan Lokal Terbaik