Matamata.com - Jeje Govinda sudah buka suara terkait kabar perselingkuhan Syahnaz Sadiqah dengan Rendy Kjaernett. Sebagai suami, Jeje Govinda rupanya memilih untuk memaafkan istrinya meski Syahnaz Sadiqah selingkuh.
Dalam klarifikasinya di YouTube baru-baru ini, Jeje Govinda bersedia menerima Syahnaz Sadiqah lagi dan siap menjadi pribadi yang lebih baik. Dia juga mengaku akan melindungi Syahnaz Sadiqah ke depannya.
Jeje Govinda tak ragu menyebut bahwa Syahnaz Sadiqah adalah wanita mulia, sama posisinya dengan sang ibu. Padahal kabarnya Syahnaz Sadiqah sudah berkali-kali ketahuan selingkuh.
Semua itu menjadi kontroversi karena publik mempertanyakan harga diri Jeje sebagai suami yang mengetahui istrinya berselingkuh, tapi tetap terlihat tenang. Lantas, seperti apa pandangan Islam soal perselingkuhan?
Ustaz Abdul Muiz Aziz sebagai salah satu pemuka agama menyampaikan pandangannya dari segi agama. Dia menilai apa yang dilakukan Jeje Govinda memang sudah sesuai dengan syariat agama.
"Apa yang dilakukan Jeje menurut saya ada satu sisi yang dia lakukan berdasarkan syariat Allah dimana Allah mengatakan 'Engkau adalah pakaian untuk pasangan mu, pasangan mu adalah pakaian untuk dirimu'," ucapanya dalam channel YouTube Intens Investigasi, dikutip Rabu (12/7/2023).
Arti maknanya, dia menambahkan, karena pakaian itu adalah saling menutupi kekurangan dan pakaian juga saling menghiasi, memperindah pasangan satu sama lain.
"Fungsi pakaian yang terutama adalah menutupi daripada kekurangan-kekurangan kita menutupi daripada aib-aib kita, ini salah satu yang harus dilakukan pasangan, tidak saling mengumbar aib, tidak saling mengumbar masalah atau kejelekan," jelasnya.
Namun, dia menegaskan bahwa jika suami tidak marah atau tidak cemburu melihat istrinya berdekatan dengan yang bukan mukhrimnya itu tidak dibenarkan dalam Islam.
"Katagori suami seperti itu yang tidak marah atau tidak ada perasaan cemburu atau kesal melihat istrinya bercengkrama atau ngobrol atau bersentuhan tangan dengan yang bukan mukhirimnya, maka dikategorikan Dayus," tegasnya.
Dayus sendiri merupakan seorang suami yang tidak memiliki rasa cemburu sama sekali terhadap perilaku serong istrinya walaupun dilakukan di depan matanya.
"Dayus ini adalah salah satu hal yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah suatu tugas suami juga untuk menjaga kehormatan seorang istri," dia kembali menegaskan.
Bahkan, dalam hukum Islam sendiri, istri atau suami yang ketahuan berselingkuh hukumannya adalah rajam atau hukuman mati bagi pelanggar hukum dengan cara dilempari batu.
"Syahnaz ini statusnya sudah bersuami, memiliki pasangan, masih berstatus istri, hukumannya dalah rajam kalau memakai hukum syarat Islam," ujarnya.
Namun, seperti diketahui, Indonesia tidak memegang hukum Islam, sehingga tidak bisa diterapkan dalam hal kasus ini. "Negara kita tidak memakai hukum Islam, kalau pakai yang murrni, ya hukum rajam," pungkasnya. (Alkana Reksa)
Tag
Berita Terkait
-
Meriam Bellina jadi Perawat di Film 'Agape The Unconditional Love'
-
Rendy Kjaernett Diduga Selingkuh Lagi, Lady Nayoan Buka Suara
-
Amy Qanita Dukung Penuh Raffi Ahmad dan Menantunya Berkarier di Politik
-
Syahnaz Sadiqah Rayakan Kebahagiaan Baru sebagai Istri Bupati: Dibawa yang Happy Saja
-
Didukung Raffi Ahmad, Jeje Govinda akan Maju Jadi Calon Bupati Bandung Barat
Terpopuler
-
Puan Maharani Tegaskan APBN 2026 Bukan Sekadar Angka: Fokus Lapangan Kerja dan Daya Beli
-
Tak Gentar Hadapi Fans Garuda, John Herdman: Tekanan adalah Anugerah, Bukan Kutukan
-
Lebih Pilih Garuda daripada Jamaika, John Herdman: Indonesia Punya Visi dan Suporter Luar Biasa!
-
Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Akan Diakuisisi TNI AL dari Italia
-
Menhan Sjafrie Kunjungi Pakistan, Bahas Kerja Sama Pendidikan Militer dan Forum JDCC
Terkini
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya
-
Bukan Sekadar Viral, IMPACT Ajak Kreator Indonesia Bangun Warisan Bisnis Berkelanjutan