Matamata.com - Berat emas di puncak Monumen Nasional (Monas) mencapai 38 kilogram. Tahukah Anda, anda pengusaha dari Aceh yang menyumbang untuk lapisan emas seberat 28 kg?
Dialah Teuku Markam, seorang pengusaha sukses di masa itu yang secara cuma-cuma menyumbangkan emas seberat 28 kg untuk Monas. Sebuah aksi yang luar biasa.
Selain pengusaha kaya raya, Teuku Markam juga seorang anggota TNI. Sayangnya, nasib Teuku Markam berujung nahas ulah hal buruk menimpanya di era Presiden Soeharto.
Teuku Markam dituduh antek PKI. Ia pun dijatuhi hukuman penjara sekitar 8 tahun. Selain itu, seluruh kekayaannya disita dan di akuisisi negara.
Cerita itu diungkap oleh salah satu konten kreator Milen dalam kanal YouTube miliknya.
“Beliau mendapat nasib kurang baik di masa kepemimpinan Soeharto karena dituduh sebagai antek PKI, dipenjara selama 8 Tahun, dan seluruh harta kekayaannya diambil alih oleh pemerintahan orde baru,” ujarnya di kanal YouTube Milenz.
Padahal, selain rela menyumbang emas seberat 28 kg untuk pembangunan tugu Monas, Teuku Markam juga berjasa besar atas Senayan yang kini menjadi pusat olahraga nasional terbesar di Indonesia.
“Teuku Markam juga merupakan sosok yang membebaskan lahan Senayan sebagai pusat olahraga terbesar di Indonesia,” katanya lagi.
Tag
Terpopuler
-
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
-
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur
-
Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
Terkini
-
Wakapolri Imbau Pemudik Hubungi Hotline 110 Jika Alami Gangguan di Jalan
-
Menko AHY: Tata Ruang Adalah Panglima dalam Pembangunan Infrastruktur
-
Saudi Kedepankan Diplomasi Redakan Eskalasi di Timur Tengah, Jamin Keamanan Haji
-
Prabowo Tegaskan Kekayaan Alam Milik Bangsa, Pengusaha Batu Bara dan CPO Wajib Utamakan Kebutuhan Domestik
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun