Matamata.com - Di media sosial belakangan sedang ramai diperbincangkan soal adegan sinetron Siapa Takut Jatuh Cinta yang diperankan Bryan Domani dan Ersya Aurelia yang dianggap terlalu vulgar. Netizen menilai, adegan tersebut tak pantas ditayangkan di televisi.
Netizen kemudian membandingkan adegan tersebut dengan sebuah serial animasi, yang malah disensor. Geram dengan hal tersebut, beberapa orang netizen kemudian meminta perhatian serius dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Ersya Aurelia pun kemudian dimintai tanggapannya mengenai adegannya yang viral tersebut. Melalui asistennya, Ersya mengaku tak terganggu dengan hal tersebut.
''Nggak (masalah) kok, dia nanggapinnya biasa aja. Ya biasa lah namanya pro dan kontra pasti ada,'' ujar Mai, asisten Ersya Aurelia kepada pewarta, Kamis (4/10/2018).
Menurut Mai, apa yang dilakukan Ersya Aurelia dan Bryan Domani hanyalah menjalani tuntutan peran. Dan masih dalam batas kewajaran dalam sebuah sinetron.
''Itu cuma tiga detik kan ceritanya suami-istri. Cuma tiga detik doang ramainya sudah kayak apa. Dia biasa aja, wong nggak ngapa-ngapain juga, cuma akting sinetron doang,'' kata Mai menandaskan.
Berita ini sudah dipublikasikan di Suara.com dengan judul : Adegan Ranjang Bikin Heboh, Begini Tanggapan Ersya Aurelia
Berita Terkait
-
Bintangi Film 'Dusun Mayit', Amanda Manopo Punya Pengalaman Perdana Naik Gunung Arjuna
-
Bryan Domani dan Megan Domani Kompak Punya Pacar Gak Publish, Ria Ricis Kena Sentil Netizen: Harus Belajar dari Mereka
-
Bareng Bryan Domani, Pesona Abidzar Al Ghifari Naik Moge Bikin Netizen Galau: Datang ke Mimpi Aku
-
Dipuji Rajin Ajak Ibadah di Lokasi Syuting, Bryan Domani Diledek Tetap tak Bisa Bawa Mawar de Jong Sholat: Temboknya Tinggi
-
Menteri, Once Mekel, Bryan Domani Puji Keindahan Film Nona Manis Sayange
Terpopuler
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo