Sapardi Djoko Damono. [Instagram/@damonosapardi]

Matamata.com - Sastrawan IndonesiaSapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu, 19 Juli 2020. Seminggu sebelum kepergiannya, penyair Hujan Bulan Juni itu seperti sudah memiliki firasat. 

Pasalnya, Sapardi Djoko Damono telah meminta dimakamkan di TPU Giritama seminggu sebelum meninggal. Putri bungsunya tak tahu persis kenapa ayahnya meminta demikian.

Baca Juga:
Nyesek! Anak Ungkap Kenangan Terakhir dengan Sapardi Djoko Damono

"Pesan bapak sih (dimakamkan di sini). Saya nggak tahu bisa cerita seberapa banyak," kata Bawuk, putri bungsu Sapardi Djoko Damono di TPU Giritama, Kabupaten Bogor, Minggu (19/7/2020).

Namun, Bawuk menduga hal itu lantaran Sapardi Djoko Damono telah mengetahui batas kemampuan tubuhnya. Oleh karena itu, Sapardi seolah telah mempersiapkan kematiannya sejak hari pertama masuk ke rumah sakit. 

"Mungkin namanya sudah tua ya, sudah ada beberapa persiapan di sini. Ketika kemarin masuk ke (rumah sakit) Eka itu sudah ada persiapan," lanjutnya.

Baca Juga:
Kenangan Manis 4 Seleb Bareng Sapardi Djoko Damono, Haru Pilu!

Bukan berarti pesimis, keluarga tetap berharap pada kesembuhan Sapardi Djoko Damono. Namun, takdir berkata lain.

Suasana pemakaman Sapardi Djoko Damono [Suara.com/Yuliani]

"Sambil berharap ya bersiap. Kalau persiapan yang macam-macam baru sejak dirawat sih. Sejak Rabu atau Kamis ya (dirawat)," imbuhnya.

Sapardi Djoko Damono telah dikebumikan di TPU Giritama, Tonjong, Kabupaten Bogor, Minggu (20/7/2020). Pemakaman itu berlangsung khidmat karena hanya dihadiri segelintir keluarga dan kerabat dekat. 

Baca Juga:
Polo Srimulat Masuk ICU, Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia

Load More