Matamata.com - Mueng Engingeng, aktor sinetron Tuyul dan Mbak Yul Reborn, mengungkapkan bahwa ia menjadi korban penganiayaan. Menurut pengakuannya, aksi main hakim itu dilakukan oleh tetangga.
Peristiwa terjadi saat Mueng Engingeng baru saja tiba di rumah, tepatnya pada tanggal 25 Mei 2021. Tiba-tiba tanpa ada kejelasan, tetangga itu berkata kasar kepada aktor difabel ini.
"Memberikan umpatan, kata-kata kasar yang memprovokasi," kata Mueng Engingeng dikutip dari kanal YouTube KH Infotainment, Jumat (15/10/2021).
Mueng Engingeng sigap dengan merekam kejadian itu dan si tetangga pun pulang. Tak berselang lama ia kembali dan melayangkan pukulan kepada talent Uya Kuya tersebut.
"Dia pukul mata saya sampai speleng. Saya pegangan tapi jatuh, orangtua mau membantu tapi saya bilang jangan karena takut diapa-apain," tuturnya.
Penganiayaan itu semakin kasar, sebab Mueng Engingeng sampai diseret ke jalan. Imbasnya, kaki dan tangan sang aktor pun terluka.
"Saya dipukul sampai berdarah, lalu teriak minta tolong ke tetangga," tutur Mueng.
Tak mau tinggal diam, Mueng Engingeng melaporkan kejadian ini ke Polsek Pulogadung, 28 Mei 2021. Sebelum BAB, ia diharuskan melakukan visum.
"Saat visum, ternyata harus diponame tiga hari. Kondisi kena syaraf mata saya, di sana ada forensik, bedah syaraf," terang Mueng.
Dengan adanya laporan ini, Mueng Engingeng berharap ada keadilan untuknya. Sebab tanpa diketahui penyebab pasti, ia mendapat penganiayaan.
"Saya mengharapkan keadilan, karena saya disin korban, saya dipukuli bertubi-tubi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo