Matamata.com - Preman Pensiun, sinetron komedi yang diangkat ke layar lebar tahun ini. Film dengan judul serupa ini tayang di bioskop 17 Januari 2019.
Film yang dibintangi Epi Kusnandar (Muslihat) ini masih akan bercerita tentang kehidupan preman setelah ditinggal Kang Bahar (Didi Petet).
Lebih geregetnya, di film ini Epi Kusnandar yang dalam serialnya sudah menjadi ketua geng preman, ia dikisahkan sudah pensiun juga.
Masalah muncul karena bisnis kecimpiring yang sudah ditinggalkan Muslihat ini mengalami penurunan penjualan.
Tak hanya soal bisnis, masalah baru muncul seiring dengan tumbuh dewasanya putri kesayangan Muslihat, Safira. Putrinya ini mulai didekati cowok-cowok.
Ada juga konflik lebih besar yang ditonjolkan dalam film Preman Pensiun ini. Yakni ketika ada masalah di antara mantan anak buah Muslihat.
Beberapa pemain dari film yang disutradari oleh Aris Nugraha ini antara lain : Tya Arifin, Soraya Rasyid, Andra Manihot, Dedi Moch Jamasari, Deny Firdaus, Ica Naga, Abenk Marco, M Fajar Hidayatullah, Kriss Tatto, Mang Uu, Sadana Agung, Sandi Tile, Edoh Nining Yuningsih, Vina Ferina, Anzanie Kamilah, Sindy Lasmana, dan Isye Sumarni
Nah, penasaran seperti apa proses syuting serta cerita pengalaman para cast film Preman Pensium. Makanya jangan lewatkan Facebook live Matamatadotcom, Selasa (8/1/2019) pukul 15.30.
Berita Terkait
-
Kisahkan Neraka, Agla Artalidia dan Epy Kusnandar Bintangi Film 'Tumbal Darah'
-
LIVE: Rilis Kasus Epy Kusnandar dan Yogi Gamblez di Polres Metro Jakbar
-
Suami Ditahan di Polres Jakbar, Karina Ranau Datang Menjenguk
-
Epy Kusnandar Ditangkap karena Kasus Narkoba, Istri Kecewa
-
Duh, Epy Kusnandar Preman Pensiun Ditangkap Polisi Karena Narkoba
Terkini
- 8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
- Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
- Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
- Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
- Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya