Matamata.com - Bingung nih akhir pekan pengen nonton film apa di bioskop? Buat kamu yang suka ke bioskop di akhir pekan untuk menghabiskan waktu, bisa banget ngintip film berjudul Parasite nih.
Bukan film Korea bertajuk drama, namun dengan tema Family Tragic Comedy alias film tentang keluarga yang tragis, genre thriller namun ada unsur komedi.
Menarik banget kan? Selain tajuknya yang unik, ada beberapa fakta menarik di balik film yang sedang banyak dibicarakan ini.
1. Sutradara Ternama
Bong Joon Ho, merupakan salah satu sutradara ternama di negara Korea Selatan. Ia selalu menyabet penghargaan dalam setiap film yang ia sutradarai maupun ia produksi.
Sutradara yang satu ini juga dikenal tak terburu-buru dalam menggarap film, dan menghasilkan karya yang berkelas.
Beberapa film sebelumnya seperti The Host, Memories of Murder maupun Okja memiliki makna yang sangat dalam, termasuk film Parasite yang satu ini. Ciri khas karya Bong Joon Ho adalah memiliki plot twist dan mind blowing.
2. Membuat Penonton Merasa Terhubung
Telah sedikit dijelaskan di atas jika sutradara Bong Joon Ho memiliki ciri khas yang memiliki plot twist dan mind blowing. Selain itu, ia juga selalu membuat cerita yang relevan dan mengajak penonton untuk merasa terhubung. Ia pun kerap menghadirkan alur cerita yang pro dan kotra.
Pertemuan dua keluarga si kaya dan si miskin adalah salah satu yang dirasakan oleh penonton. Namun, ia mampu memberikan percikan alur yang tak terduga dalam film berdurasi 132 menit ini.
3. Aktor dan Aktris yang Mumpuni
Untuk pemeran utama, Bong Joon Ho menggaet sosok bernama Song Kang Ho. Sebelumnya, Song Kang Ho membintangi film berjudul A Taxi Driver dan film karya Bong Joon Ho, Memories of Murder, The Host dan Snowpiercer.
Selain Song Kang Ho, Bong Joon Ho juga menggaet wajah-wajah segar aktor dan aktris muda seperti Choi Woo Shik dan Park So Dam. Akting Choi Woo Shik dalam film Train to Busan tak perlu ditanya lagi, dan Park So Dam sendiri menjadi sosok yang mencuri perhatian dalam film yang satu ini.
4. Penghargaan Palme d’Or di Festival Film Cannes 2019
Film Parasite karya Bong Joon Ho ini berhasil meraih penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes 2019, Palme d'0r.
Selain itu, film Parasite ini juga mendapatkan respon yang positif di belahan dunia lain seperti, Munich International Film Festival di Jerman, Festival Film Locarno di Swiss dan Festival Film Lumiere di Perancis.
5. Direkomendasikan Sutradara Tanah Air
Fakta menarik yang lainnya adalah, film Korea Selatan yang satu ini direkomendasikan oleh dua sutradara ternama, Joko Anwar.
Awi Suryadi pun merekomendasikan film Korea yang sabet penghargaan tertinggi di Festival Film Cannes 2019 ini.
Joko Anwar yang notabene adalah sutradara Pengabdi Setan dan Awi Suryadi yang merupakan sutradara film Danur ini memberikan respon positif terhadap film Parasite.
Gimana? Udah tertarik nonton film Parasite?
Berita Terkait
-
Istana Anggap Wajar Penayangan Pesan Presiden Prabowo di Bioskop
-
Museum hingga Bioskop Diarahkan Jadi Etalase Utama Kebudayaan Indonesia
-
5 Fakta Menarik Sosok Riar Rizaldi, Seniman di Balik Film Eksperimental
-
Usung Tema Muda Beda Berkarya Bioskop Online Hadirkan 5 Film Pendek Pilihan dari JAFF18 Indonesian Shorts Selection
-
Film Horor Lee Do Hyun Tayang di Bioskop Indonesia, Ini 4 Fakta Menarik Exhuma
Terpopuler
-
Megawati: Pilkada Lewat DPRD Khianati Reformasi dan Putusan MK!
-
Pecah Telur Sejak 2014! Margin Bulog Naik Jadi 7 Persen demi Beras Satu Harga
-
Dukung Program Makan Bergizi Gratis, 35 Kampung Nelayan Modern Rampung Januari Ini!
-
Zulhas: Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20 Persen Adalah Sejarah Baru bagi Petani
-
Kasus Korupsi Chromebook: Pihak Nadiem Makarim Bakal Seret Google ke Persidangan Tipikor
Terkini
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya