Matamata.com - Ashanty nampaknya semakin serius mengenakan hijab. Melalui postingan terbarunya, istri Anang Hermasnyah itu terlihat percaya diri menggunakan jilbab.
Dalam caption foto itu, Ashanty menulis nasehat untuk warganet yang membacanya. Bahkan dia membuat mirip seperti barisan puisi.
"Sudah Selesai dengan Dirinya Sendiri. Pernahkah kita melihat atau mengenal seseorang yang tetap sabar dan tenang saat mendapat musibah? Dan sama tenangnya saat mendapat keberuntungan..?," tulis Ashanty.
"Tetap terkendali dan sabar saat difitnah, diejek dan dicaci, sebaliknya juga bersikap kalem saat disanjung..? Tetap santun dan rendah hati saat mendapat kekuasaan atau menjadi pimpinan, dan juga saat menjadi bawahan..?," sambungnya.
Tidak sampai di situ, ibu sambung Aurel dan Azriel itu menulis nasehat panjang di caption foto itu.
"Bersikap biasa saja ketika makan di restoran mewah dan tidak menolak makan di warung sederhana di pinggir jalan..? Tidak bangga saat naik mobil mewah dan tidak minder saat naik bajaj atau bus umum..? Tidak rakus dan tidak menimbun saat diberi kesempatan kaya, dan tidak mengeluh saat jatuh miskin..?," tuturnya.
"Menggunakan sandang - papan dan peralatan untuk dimanfaatkan fungsinya, bukan untuk dipamerkan mereknya..? Mata mereka sudah tidak silau, dan tidak tergoda dengan indahnya bungkus atau pernak pernik asesoris dunia."
Bahkan Ashanty memberi nasehat untuk mencari teman yang tulus yang tanpa memandang status sosial yang mereka miliki.
"MEREKA LEBIH MEMILIH ARTI HIDUP
Berteman dengan tulus tanpa membedakan status sosial, gelar atau posisi Orang-orang seperti ini, adalah orang-orang yang sudah SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI. Kakinya menapak bumi dan menjalani realitas, tetapi JIWANYA sudah berada di 'Langit' “Ego atau ke aku annya sudah ditaklukkannya. Buat mereka, kehidupan yang mereka jalani adalah totalitas dalam peran yang dianugerahkan Tuhan kepadanya dan hanya berniat untuk bermanfaat bagi banyak orang,"
"Tampilan orang-orang seperti ini mungkin kurang seru atau kurang asyik, dan tidak banyak orang-orang seperti ini.. Tapi carilah mereka. DAN JADIKAN MEREKA SAHABAT SEJATI. Bila tak kau temukan, maka JADILAH seperti mereka ..... #noteforusall #noteforself," tutup Ashanty.
Berbagai pendapat pun mendarat di kolom komentar Ashanty. Namun rata-nata para warganet meminta untuk istiqomah menggunkan hijab. Bahkan Azriel meminta ibu sambungnya itu tidak melepas hijab tersebut.
"Jangan di lepas ya bundaa @ashanty_ash," pinta Azreil memberi komentar melalui akun @azriel_hermansyah.
Selain itu, kakak kandung Krisdayanti turut memberi komentar foto Ashanty. Bahkan perempuan yang kerap membawakan lagu-lagu lama itu sangat suka dengan penampilan perempuan yang baru-baru ini dikabarkan divonis menderita autoimun.
"Pangling..... Ayuuuuune," tulis Yuni Shara melalui akun @yunishara36.
Berita Terkait
-
Austria Sahkan Lagi Larangan Jilbab untuk Siswi di Bawah 14 Tahun, Menuai Kritik dan Ancaman Gugatan
-
Terungkap! Alasan Olla Ramlan Lepas Hijab
-
Olla Ramlan Buka Suara Usai Lepas Hijab: Pilihan Hidup yang Berat dan Permintaan Maaf Untuk Ibunda
-
Olla Ramlan Diduga Lepas Hijab, Kenang Kembali Alasan Menyentuh Saat Memutuskan Berhijab Enam Tahun Lalu
-
Ashanty Hadapi Penyerobot Tanah Warisan, Minta Pembeli Stop Pembangunan
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya