Matamata.com - Festival Film Dokumenter (FFD) kembali digelar tahun ini. Progam tahunan ini sengaja didedikasikan untuk mempresentasikan film-film yang mampu menangkap isu-isu aktual di sekitar kita.
Tahun ini, FFD telah menerima total 286 pendaftar yang kemudian diseleksi hingga terpilih 26 film dokumenter.
Film-film tersebut dibagi sesuai kategorinya, yaitu kategori film dokumenter panjang Indonesia, kategori film panjang internasional, kategori film pendek, dan kategori film dokumenter pelajar.
Progam pemutaran film, diskusi, dan edukasi turut dihadirkan oleh FFD sebagai ruang pengembangan dokumenter, medium ekspresi dan ekosistem pengetahuan. Ini sekaligus menjadi tempat interaksi antara penggiat film, akademisi, seniman lintas bidang, progammer, distributor, hingga pelajar sekolah.
Total ada 15 progam yang disajikan dalam FFD 2019 yakni meliputi kompetisi, perspektif, spektrum, docs docs, focus on Canada, focus on Korea, layar lebar, layar kekerasan, lanskap, etnografi indrawi, the feeling of reality (VR), schooldoc, doctalk, public lecture, lokakarya kritik film dan le mois du documentaire.
Sebuah progam acara FFD 2019 akan diselenggarakan dalam rentang tanggal 1-7 Desember 2019 yang bertempat di Taman Budaya Yogyakarta, IFI-LIP Yogyakarta dan Kedai kebun Forum. Malam penghargaan kompetisi film dokumenter sendiri akan diadakan pada tanggal 7 Desember 2019 bersamaan dengan acara penutupan festival.
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya