Matamata.com - Meskipun sedang digugat secara perdata oleh Deddy Mizwar, film Nagabonar Reborn rupanya tetap tayang di bioskop. Disinggung soal itu, sang produser, Gusti Randa ternyata punya jawaban sendiri.
"Masalah hukum ya masalah hukum. Ketika Pusbang film mendapat surat juga dari pihak sana (Deddy Mizwar), Pusbang bilang 'Kenapa?' Pusbang minta ditunjukkin dari kita. Saya kasih bukti, pertama surat pernyataan dari ahli waris. Kedua punya bukti dari Dirjen HAKI, ada buktinya, di sana terdaftar Nagabonar milik Asrul Sani, dan menjadi milik ahli waris, ada Mutiara Sani dan anak-anak," ujar Gusti Randa, saat ditemui di Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).
"Berdasarkan itu saya confirm dong. Ada dari ahli waris, dari Dirjen Haki ya udah kita masukkan ke Pusbang Film untuk dapat Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF). Kata TPPF 'Mas Gusti izinkan saya untuk mempelajari'. Ya sudah, mereka juga minta pihak sana, buktinya mana, tapi tidak bisa memberi bukti, akhirnya TPPF kita keluar," sambungnya lagi.
Selanjutnya, Gusti Randa juga berhasil mengantongi surat tayang dari Lembaga Sensor Film (LSF). Karenanya, Nagabonar Reborn pun akhirnya bisa tayang di bioskop pada 21 November 2019.
"Dari TPPF ke LSF. Mereka bilang 'Gus ini bukannya digugat?' Iya saya bilang tapi terserah. Akhirnya dipelajari, saya juga keluarkan bukti lagi, terus dipanggil lagi pihak sananya diminta bukti, tapi nggak bisa nunjukin juga. Akhirnya keluar lah LSF. Bioskop 21 juga digituin, tapi 21 bilang mereka hanya bioskop. Kalau TPPF dan LSF keluar ya udah jalan aja," tutur Gusti Randa.
Hingga kini, dia masih menyayangkan gugatan yang dilayangkan Deddy Mizwar. Menurutnya, pemeran Nagabonar awal itu salah sasaran memasukkan gugatan.
"Makanya saya bilang ngapain sih gitu-gitu. Karena pas sidang, pas pembuktian, dia nggak bisa buktiin. Saksi juga nggak ada saksi yang dihadirkan. Kita kan repot. Katanya punya tapi tak bisa buktiin. Apa yang mau diklaim? Terus kalau hak cipta lha ini hak cipta dari ahli waris. Dari sana sendiri nggak punya buktinya. Tapi ya sudah kita jalani saja," kata Gusti Randa.
Seperti diketahui Deddy Mizwar sempat meminta penghentian syuting film Naga Nonar Reborn karena masalah hak cipta. Dia mengaku rumah produksi Gempita Tjipta Perkasa (GTP) tidak meminta izin kepadanya. Padahal di tahun 1987 dia aktor yang berperan sebagai Jenderal Naga Bonar. [Sumarni]
Berita Terkait
-
Hadirkan Program 'Ramadan Penuh Cinta', Deddy Mizwar Beri Tontonan Bermanfaat
-
Jadi Guru, Bucek Depp Harap Film 'Belum Ada Judul' Bisa Menginspirasi Generasi Muda
-
Syuting Sinetron 'PPT Jilid 18' di Bulan Ramadan Dirasakan Berat bagi Azella, Naimma hingga Sandy Pradana
-
Akting Inara Ramadhania Dipuji Deddy Mizwar di Sinetron 'Lorong Waktu': Walaupun Kecil Dia Profesional
-
Bintangi Sinetron 'Para Pencari Tuhan Jilid 18', Jarwo Kwat Merasa Punya Bahan Renungan
Terpopuler
-
Khofifah Puji Peran Pesantren Bangkalan dalam Mencetak Generasi Qurani Berakhlak Mulia
-
Kemenag Perkenalkan Konsep Ekoteologi di Forum Internasional Mesir
-
Mensesneg: Istana Proses Persetujuan Pengunduran Diri Tiga Pimpinan OJK
-
Berantas Saham Gorengan, Menkeu Purbaya Siapkan PMK Baru untuk Investasi Dapen
-
Airlangga Prediksi Ekonomi Kuartal IV-2025 Tumbuh Lebih Tinggi dari Kuartal III
Terkini
-
5 Merk AC Terbaik yang Cepat Dingin, Awet, dan Hemat Listrik
-
5 Rekomendasi Kulkas Tahan Lama untuk Rumah di 2026
-
Miles Films Rayakan 30 Tahun Lewat Pameran Musik dan Film di Lokananta
-
Kesalahan Umum Karyawan Saat Memulai Usaha Sampingan
-
Ultraverse Festival 2026: Konser "Connected Music" Jakarta-Surabaya-Bali Berkat XL Ultra 5G+