Soimah. (Instagram/@showimah)
Matamata.com - Sejak ada pandemi virus corona, banyak artis yang mengkampanyekan untuk rajin berjemur. Salah satunya adalah Soimah.
Seperti biasa, Soimah juga memiliki gaya yang fenomenal nih saat berjemur.
Biar nggak makin penasaran, yuk langsung saja simak 4 potret fenomenal Soimah saat berjemur.
1. Makan peyek
Sembari menunggu waktu berjemur, Soimah menyempatkan diri untuk makan peyek dulu nih.
2. Manjat pohon
Dengan gaya tak biasa, Soimah sampai naik tangga buat manjat pohon nih saat berjemur.
3. Tips bikin masker
Usai berjemur, ia juga memberikan sebuah tips menggunakan kaos untuk masker.
4. Berjemur sembari melihat tanaman
Sembari melihat tanaman, Soimah mengkampanyekan jangan mudik saat berjemur.
Berita Terkait
-
Dipinang 3 Parpol Besar, Soimah Jawab Kabar Maju Pilbup Bantul: Banyak yang Menginginkan
-
Mohon Doa, Wajah Ivan Gunawan Bonyok Penuh Luka
-
Soimah Ternyata Bisa Bantu Orang Kesurupan Auto Sadar: Aku Nggak Punya Ilmu, Semua yang Pernah Aku Lihat, Aku Praktekin
-
Sombong Dulu, Soimah Pilih Liburan ke Luar Negeri daripada Indonesia: Lebih Aman, Pernah Diusir dari Mall
-
Hiburan Soimah Cuma Tanaman, Sampai Diajak Ngomong: Itu Kebahagiaan Tersendiri daripada Ngumpul Gosip
Terpopuler
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya