Nagita Slavina (Instagram.com/raffinagita1717)
Matamata.com - Nagita Slavina mencuri perhatian saat memakai sandal berwarna pink dari brand Rajnik.
Tak hanya karena warna pink mencolok, harga sandal Nagita Slavina ini juga tentunya tak murah,
Sandal 'claude pink' ini dibanderol dengan harga Rp 1,2 juta.
Kali ini netizen lebih tertarik mengomentari model sandal istri Raffi Ahmad yang dianggap lucu.
"Lucu modelnya," komentar netizen. "Lucu banget (sandalnya)," tambah netizen.
Kocaknya selalu saja ada komentar nyeleneh netizen bernada curhat sebagai sobat missqueen.
"Coba aku yang pakai pasti kek cabe-cabean," komentarnya ngakak.
"Coba gw yg pake pasti pd ga percaya kl gw beli harga segitu," curhat netizen lainnya.
Kalau menurut kamu gimana model sandal Nagita Slavina?
Berita Terkait
-
Peduli Bencana Alam di Sumatera, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Kirim Bantuan Rp15 Miliar
-
Beri Hadiah Ratusan Juta, Raffi Ahmad dan Nagita Gandeng Legenda Sepak Bola Italia di 'Padel Wars'
-
Raffi Ahmad dan Thariq Halilintar Juara Umum Padel 'TOSI 2025': Berkat Doa Istri
-
Amy Qanita Dukung Penuh Raffi Ahmad dan Menantunya Berkarier di Politik
-
Tren Dediphobia Viral, Anak Raffi Ahmad Ikut Tantangan: Dedi Mulyadi Tanggapi Keinginan Rafathar
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya