Matamata.com - Lagu bertajuk 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' yang dinyanyikan oleh grup musik Kurawa New Monata menjadi trending nomor 14 di YouTube dalam kategori musik.
Berikut adalah lirik lagu 'Joko Tingkir Ngombe Dawet' yang dilantunkan oleh Kurawa New Monata.
Joko Tingkir Ngombe Dawet
Joko Tingkir Ngombe dawet
Jo dipikir marai mumet
Joko Tingkir Ngombe dapur
Marai Mumet Ning Sirah Ajur
Ning Banyuwangi Tuku Ketan
Iki Cerito Anak Rantauan
Lombok Rawet Pedes Tenan
Golek Duwet Kanggo Masa Depan
Rokok Klobot Ning Ngisor Wet Mlinjo
Paling Abot Ninggal Anak Bojo
Tuku Donat Ning Kalimantan
Tetep Semangat Kanggo Masa Depan
Godong Knikir Godong Koro
Ojo Dipikir Aku Arep Ngliyo
Mangan Jamur Mangan Koro
Aku Jujur Kowe Ora Percoyo
Joko Tingkir Ngombe dawet
Jo dipikir marai mumet
Ngopek jamur nggone mbah wage
Pantang mundur terus nyambut gawe.
Berita Terkait
-
Viral! Salah Lirik Lagu 'Ramadhan Tiba', Ini Respons Iis Dahlia
-
Lirik Lagu Unwritten - Natasha Bedingfield, Viral Di TikTok
-
Lirik Lagu Maimunah - Andre Taulany, Pembuktian Jiwa Musisi eks Vokalis Stinky Tak Pernah Pudar
-
Lirik Lagu Angin - Lesti Kejora, Single Kolaborasi Bareng Rizky Billar
-
Lirik Lagu Ngeluwihi - Tiara Andini, Pakai Bahasa Jawa dan Inggris dengan Musik Kpop
Terpopuler
-
Seskab Teddy Ajak Umat Islam Jadikan Isra Mikraj Momentum Teguhkan Iman
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dari Biro Haji ke Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya