Matamata.com - Doa Niat Puasa Ramadan dan Waktu yang Tepat untuk Membacanya.
Awal Ramadan diperkirakan bakal jatuh pada 23 Maret 2023. Selama bulan suci ini, umat muslim di seluruh dunia bakal menjalankan ibadah puasa yang merupakan rukun Islam ketiga.
Sebelum masuk bulan Ramadan, ada baiknya kamu mengetahui doa niat puasa serta waktu untuk membacanya. Niat dibaca dalam hati dengan tujuan beribadah untuk mendapat keridhoan dari Allah SWT.
Niat puasa Ramadan sangat penting, seperti yang tertuang dalam hadist, di mana Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa berpuasa tanpa niat di malam harinya dianggap tidak sah.
"Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya," bunyi hadist Rasulullah SAW dikutip dari HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah.
Ada dua macam doa niat puasa Ramadan yang bisa dilafalkan, yakni untuk sebulan penuh dan harian. Simak baik-baik bacaannya.
Doa Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh
"Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat puasa sebulan penuh pada bulan Ramadan tahun ini mengikuti pendapat Imam Malik untuk memenuhi kewajiban karena Allah SWT."
Doa Niat Puasa Ramadan Harian
"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa i fardhi syahri ramadhaani hadzihis sanati lillaahi ta'aala."
Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah ta'ala."
Kapan Doa Niat Puasa Ramadan Dibaca?
Menurut Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam Kitab Minhajul Muslim, doa niat puasa Ramadan sebaiknya dibaca pada malam hari hingga sebelum memasuki waktu salat Subuh. Jika melewati waktu tersebut, maka puasa dianggap tidak sah.
Puasa yang tidak sah tentu saja dianggap utang. Kamu harus menggantinya di hari lain setelah Ramadan berakhir.
Bagaimana Kalau Lupa Baca Niat?
Manusia adalah tempatnya lupa. Jika kamu benar-benar lupa membaca doa niat puasa Ramadan pada waktu yang sudah ditentukan, ulama mazhab Syafi'i memiliki solusi seperti yang tertera dalam kitabnya Al-Majmu' Syarhul Muhadzdzab.
"Disunahkan berniat puasa Ramadan di pagi harinya. Karena yang demikian itu mencukupi menurut Imam Abu Hanifah, maka diambil langkah kehati-hatian dengan berniat." (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab).
Kendati demikian, sangat dianjurkan untuk tidak lupa membaca niat sebelum berpuasa Ramadan.
Berita Terkait
-
Pejabat Negara Pantau Misa Malam Natal di Katedral, Menko PMK Ajak Doakan Korban Bencana
-
Menag Ajak Santri Seluruh Indonesia Doakan Korban Musibah Gedung Ambruk di Ponpes Al Khoziny
-
Doa Mustajab untuk Meluluhkan Hati Bos yang Keras di Tempat Kerja
-
Dua Anak Jadi Korban Perusakan Rumah Doa, Menteri PPPA Soroti Dampak Psikologis
-
Pamer Foto Diinfus, Jessica Iskandar Minta Doa Kesembuhan
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya