Matamata.com - Ada yang masih ingat dengan Denise Chariesta? Sosoknya pertama kali disorot usai mengunggah video nongkrong bersama temannya di sebuah mal dan meremehkan orang yang makan di kaki lima.
Setelah itu, namanya juga beberapa kali terlibat konflik dengan selebriti tanah air. Salah satunya Medina Zein dimana Denise mengaku sebagai korban dugaan penipuan pengusaha satu ini.
Terlepas dari berbagai kontroversi yang melibatkan namanya, Denise merupakan pebisnis sekaligus konten kreator. Lantas, seperti apa sosok perempuan satu ini? Yuk, simak profil Denise Chariesta berikut ini!
Profil dan Biodata Denise Chariesta
Denise Chariesta merupakan pengusaha, penyanyi, sekaligus konten creator asal Jakarta kelahiran tahun 1993. Ia diketahui berdarah Tionghoa dan memiliki seorang kakak perempuan.
Selebgram satu ini lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang berprofesi sebagai pengusaha. Namun, suatu ketika usaha ayahnya bangkrut dan sakit. Karena hal tersebut, Denise memutuskan untuk tak melanjutkan sekolahnya saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA untuk membantu perekonomian keluarganya.
Perjalanan Karier Denise Chariesta
Setelah putus sekolah, Denise Chariesta bekerja di sebuah toko baju milik kakaknya di Tanah Abang. Sayangnya, hal tersebut tak bertahan lama. Ia kemudian memutuskan untuk berjualan tas branded dan membuka bisnis kopi di kawasan Pasific Place yang bernama 'DC Coffee'.
Denise juga memiliki usaha toko bunga yang berada di kawasan Pasific Place dengan modal nekat hingga jadi pengusaha sukses seperti sekarang.
Selain menjadi pengusaha, Denise Chariesta juga seorang penyanyi yang telah merilis sejumlah single. Diantaranya lagu Gila (2021), Tukang Nimbrung (2022), hingga Bulan (2023).
Kontroversi Denise Chariesta
Selain dikenal karena bisnisnya, Denise Chariesta juga kerap menuai sorotan lantaran sensasinya. Berikut sejumlah kontroversi yang melibatkan nama perempuan satu ini!
1. Denise Chariesta pernah diduga sebut Fuki PelakorPelakor. Hal tersebut bermula saat Denise memandu sebuah acara dan harus mengomentari artikel dari beberapa cerita.
2. Berselisih dengan keluarga Uya Kuya saat menggunakan jasa Nino Kuya untuk mempromosikan toko bunga miliknya.
3. Denise juga pernah disebut penipu oleh Karen VendelaVendela yang masih terkait dengan toko bunga miliknya yang bernama Fleur de DC.
4. Ia juga sempat diduga punya utang dengan suppliee bunga. Hal ini teringkap saat seornag owngguna Twitter @Jeniandriani menyebut Denise senagai orang yang tidak profesional dalam bekerja.
5. Namanya juga sempat ramai diperbincangkan usai bikin konten pamer nongkrong di Mall.
6. Ia bahkan menghina pengguna handphone android dari salah satu brand yang sempat memicu berbagai komentar dari warganet.
Nah, itulah sederet kontroversi beserta profil Denise Chariesta yang kerap jadi perbincangan di media sosial.
Berita Terkait
-
Denise Chariesta Ingatkan Lisa Mariana Agar Utamakan Anak dalam Konflik dengan Ridwan Kamil
-
Dikira Kristen, Agama Denise Chariesta Terungkap di Surat Laporan Polisi
-
Denise Chariesta Diperiksa Penyidik Polda Sumut?
-
Ayu Dewi Digunjing, Denise Chariesta Justru Banjir Pujian saat Bagi-bagi THR: Hati Mulia
-
Denise Chariesta Mendadak Banjir Pujian gegara Aksinya Berburu Takjil: Kita Sikat Semua Sampai yang Lain Gak Kebagian
Terpopuler
-
Negara Gugat Enam Korporasi Rp4,8 Triliun Terkait Kerusakan Lingkungan di Sumatera Utara
-
Transisi Kelembagaan Kemenhaj Capai 90 Persen, Layanan Haji Dipastikan Tanpa Jeda
-
Seskab Teddy Ajak Umat Islam Jadikan Isra Mikraj Momentum Teguhkan Iman
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dari Biro Haji ke Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya