Matamata.com - Penyanyi dan produser ternama, Maia Estianty, kembali menjadi bahan pembicaraan publik setelah keputusan cerainya dari Ahmad Dhani kembali disorot. Salah satu isu yang menyeret namanya adalah tudingan bahwa langkahnya untuk bercerai dianggap memberi contoh yang buruk bagi anak-anak mereka.
Isu ini mengemuka setelah terdapat pandangan di masyarakat yang masih memandang perceraian sebagai sesuatu yang tabu dan berdampak negatif pada tumbuh kembang anak. Maia pun tak tinggal diam. Ia mengungkapkan perasaannya mengenai tuduhan tersebut melalui wawancara dengan media.
Maia menegaskan, keputusannya untuk bercerai dari Ahmad Dhani adalah keputusan yang telah melalui pertimbangan panjang dan tidak diambil dengan mudah. Ia menyadari, sebagai ibu tiga anak, dirinya harus memikirkan yang terbaik bagi masa depan anak-anaknya.
“Banyak orang beranggapan bahwa keputusan saya bercerai akan menjadi contoh buruk untuk anak-anak. Namun, saya percaya bahwa anak-anak saya tahu, apa pun yang saya lakukan, itu adalah demi kebaikan mereka dan saya sebagai ibu,” ungkap Maia.
Menurut Maia, stigma perceraian sering kali mendiskreditkan para perempuan, hingga mereka merasa bersalah meski terpaksa harus mengambil keputusan yang berat demi keselamatan emosional dan mental keluarga.
Diakui Maia, ia tak pernah menanamkan pandangan negatif tentang sang ayah kepada anak-anaknya, karena baginya yang utama adalah menciptakan hubungan keluarga yang sehat meskipun sudah tidak lagi bersatu sebagai pasangan.
“Saya selalu berusaha menjelaskan kepada anak-anak, bahwa setiap orang tua ingin memberikan yang terbaik. Saya tidak pernah membiarkan masalah pribadi mencemari hubungan anak dengan ayahnya. Itu bukan pilihan yang bijak,” tutur Maia, menegaskan pola asuhnya yang mengutamakan kematangan emosional.
Tak hanya soal mengelola hubungan dengan mantan suami, Maia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka dan saling menghargai dalam keluarga.
Baginya, salah satu hal terpenting dalam menghadapi perceraian adalah bagaimana menciptakan suasana yang tetap harmonis agar anak-anak tetap merasa dicintai dan terlindungi.
Lebih lanjut, Maia membagikan pengalamannya beradaptasi setelah perceraian, dan bagaimana dirinya bersama Ahmad Dhani tetap menjalani peran masing-masing sebagai orang tua.
Meski tak lagi membangun rumah tangga bersama, Maia tetap meyakini perlunya hubungan yang sehat antara anak dengan dua orang tuanya. “Bekerja sama dalam mengasuh dan mendukung anak adalah hal yang harus dijaga, terlepas dari status hubungan kami,” katanya.
Maia pun berharap masyarakat dapat memberikan ruang bagi perempuan untuk menentukan langkah hidupnya tanpa harus dibayangi stigma. Ia mengajak publik untuk lebih bijak menilai, terutama agar anak-anak tidak menjadi korban penilaian sosial yang kadang tidak adil.
“Saya berharap, masyarakat bisa memahami bahwa setiap orang tua pasti ingin memberi contoh baik untuk anaknya. Perceraian bukan berarti kegagalan, tapi bisa menjadi awal baru untuk kebahagiaan,” ujar Maia.
Dengan pernyataannya ini, Maia Estianty ingin membuka perspektif baru tentang keluarga dan perceraian di tengah masyarakat. Ia membuktikan, meski menghadapi berbagai persepsi miring, dirinya tetap kuat dan fokus pada kebahagiaan serta kesejahteraan anak-anak.
Sikap terbuka dan tegar Maia banyak diapresiasi publik, yang menganggapnya sebagai sosok inspiratif dalam menghadapi ujian hidup dan keluarga.
Berita Terkait
-
Ahmad Dhani Disemprit Ketua Komisi XIII DPR saat Rapat UU Hak Cipta
-
Ahmad Dhani Polisikan Seorang Perempuan karena Diduga Lakukan Perundungan terhadap Anaknya
-
Ahmad Dhani Dituding Idap Narcissistic Personality Disorder (NPD) oleh Warganet, Ini Reaksi Maia Estianty
-
Musisi Maia Estianty Doakan Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Tak Diganggu Orang Ketiga
-
Resepsi Al Ghazali dan Alyssa Daguise Usung Tradisi Barat, Maia Estianty Diajak Dansa
Terpopuler
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya