Matamata.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menarik perhatian publik setelah menolak permintaan untuk menjadi kuasa hukum model Paula Verhoeven dalam polemik video viral "kunci kamar hotel".
Hotman secara terbuka mengungkapkan alasannya, sekaligus memberikan saran tegas untuk istri Baim Wong itu agar hati-hati dalam bersikap di tengah derasnya arus media sosial.
Dalam pernyataannya kepada media, Hotman Paris membenarkan bahwa dirinya memang dihubungi oleh pihak Paula terkait kasus yang viral di masyarakat.
Namun, Hotman memilih untuk menolak permintaan tersebut, dengan alasan profesional dan pertimbangan etis. Ia ingin menjaga jarak dari isu-isu yang cenderung sensasional dan diperdebatkan publik.
“Memang sudah ada pembicaraan, tapi saya menolak. Saya tidak ikut serta. Itu keputusan saya,” ujar Hotman Paris, Rabu (23/4/2025), seperti dikutip dari Kompas.com.
Keputusan Hotman ini cukup mengejutkan, mengingat kiprahnya yang kerap kali menangani kasus-kasus besar dan menjadi sorotan.
Hotman lantas menyoroti fenomena yang tengah berkembang di masyarakat Indonesia saat ini, yakni kecenderungan untuk mencari keadilan melalui viralnya sebuah kasus di media sosial.
Menurut Hotman, hal tersebut justru dapat berdampak buruk dan menimbulkan ketidakadilan bagi semua pihak yang terlibat. Ia mengingatkan, “No viral, no justice” menjadi masalah yang kian nyata, dimana kasus hukum baru mendapatkan perhatian ketika sudah menjadi viral.
“Keadilan seolah-olah didapat kalau viral. Baru kalau viral semua teriak-teriak minta keadilan. Kalau nggak viral, ya nggak ada keadilan. Walaupun kasus sama, tapi kalau nggak viral ya tidak ditangani. Itu realita yang saya amati sekarang," tegas Hotman Paris sebagaimana dikutip dari Detik.com.
Selain menyoroti kebiasaan masyarakat yang mengandalkan viralitas untuk mendapatkan keadilan, Hotman juga memberikan sebuah nasihat kepada Paula Verhoeven. Ia menyarankan agar Paula berhati-hati dalam melakukan klarifikasi atau tindakan lain di depan publik, terutama melalui media sosial.
Baca Juga
Menurutnya, klarifikasi yang dilakukan secara tergesa-gesa justru bisa menimbulkan polemik baru dan memperkeruh suasana.
Hotman menjelaskan, “Saya sarankan untuk tidak terburu-buru klarifikasi. Jangan sampai apa yang disampaikan justru memperkeruh suasana. Terlalu cepat bereaksi di media sosial kadang-kadang justru memperunyam masalah.”
Lebih jauh, Hotman Paris mengimbau semua pihak yang tengah menjadi perhatian publik untuk menahan diri dan berhati-hati dalam membuat pernyataan. Baginya, penyelesaian masalah sebaiknya dilakukan melalui proses hukum yang berlaku tanpa terpancing arus viral di media sosial.
Sebelumnya, nama Paula Verhoeven menjadi perbincangan setelah munculnya video viral yang memperlihatkan dirinya berada di depan kamar hotel bersama seorang pria. Konten tersebut menimbulkan berbagai spekulasi hingga membuat Paula harus memberi penjelasan kepada publik.
Namun, dari kasus ini, Hotman Paris sekali lagi menekankan pentingnya menahan diri dan tidak larut dalam pusaran media sosial. Ia menyimpulkan, “Etika dan kehati-hatian dalam bertindak sangat penting, terutama di era serba digital seperti sekarang.”
Dengan pernyataan tersebut, Hotman Paris mengajak masyarakat untuk kembali pada proses hukum yang berkeadilan, serta tidak terlalu terpengaruh oleh narasi viral yang kadang kala memutarbalikkan fakta dan menciptakan ketidakadilan baru.
Berita Terkait
-
Klarifikasi Raffi Ahmad Soal Namanya Terseret Kasus Blueray Cargo: Cuma Foto Bareng
-
14 Hari Tayang, Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton
-
Hadirkan 8 Lagu, Wawan Woker Rambah Dunia Tarik Suara
-
Hotman Paris Tegaskan Nadiem Tak Terima Uang dari Proyek Chromebook
-
Paula Verhoeven Rayakan Momen Ceria Bersama Anak-Anak, Penampilan Kiano dan Kenzo Jadi Perhatian
Terpopuler
-
Ketua Exco Partai Buruh Papua Tengah, Dukung Said Iqbal Atasi Kasus 8.300 PHK Karyawan PT Freeport Indonesia
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
Terkini
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
-
Fadli Zon: Lengger Banyumas Harus Dirawat dan Dikembangkan ke Tingkat Dunia