Matamata.com - Artis Nana Mirdad menjadi sorotan setelah membagikan pengalaman kurang menyenangkan ketika mencoba layanan paylater.
Lewat media sosial, putri dari pasangan Jamal Mirdad dan Lydia Kandou ini mengaku sangat terkejut karena merasa "diteror" oleh penagih utang setelah menggunakan fasilitas pembayaran tersebut.
Nana juga mengungkap kegelisahannya setelah mengetahui bahwa penggunaan paylater ternyata bisa berimbas pada riwayat kredit—atau sering dikenal dengan BI Checking.
Nana Mirdad menceritakan bahwa awalnya ia tertarik menggunakan paylater karena kemudahannya. Namun, tanpa disangka, keputusan itu justru membuatnya harus menghadapi tekanan yang tidak diduga-duga.
Ia menceritakan, ketika melewati batas tempo pembayaran, pihak penagih langsung menghubungi dan mengingatkan secara intens, terasa seperti menghadapi perusahaan pinjaman online (pinjol) yang selama ini dikenal cukup agresif menagih utang.
“Jujur, aku awalnya nggak kepikiran bakal seperti ini. Begitu terlambat membayar, telepon langsung berdering berkali-kali, WhatsApp masuk terus. Suasananya jadi kayak kita terjerat pinjol,” ujar Nana, mengungkapkan kekesalannya.
Ia pun merasa tidak nyaman dengan cara penagihan yang dilakukan, walaupun jumlah nominal yang terlambat dibayar sebenarnya tidak terlalu besar.
Lebih dari itu, Nana merasa masalahnya bertambah setelah menyadari bahwa penggunaan paylater bisa berdampak pada skor kredit yang tercatat di lembaga keuangan dan terlihat dalam BI Checking.
Ia mengaku cukup kaget setelah mengetahui informasi ini, karena awalnya ia mengira fasilitas paylater hanya sebatas alat pembayaran praktis tanpa konsekuensi besar dalam catatan keuangan pribadi.
“Aku baru tahu ternyata informasi soal keterlambatan pembayaran paylater itu bisa muncul di BI Checking. Ini artinya, kalau sampai berpengaruh buruk, nantinya bisa susah mengajukan kredit atau KPR,” ungkap Nana Mirdad.
Baca Juga
Menurutnya, hal ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat yang banyak tergiur kemudahan bertransaksi dengan paylater, namun kurang memahami risiko di baliknya.
Nana juga menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya masyarakat yang belum paham dampak paylater terhadap skor kredit individunya. Ia berharap agar semua orang, terutama generasi muda yang aktif menggunakan fasilitas digital, mulai lebih waspada dan bijak dalam memilih metode pembayaran.
“Jangan cuma lihat gampangnya saja, tapi harus dipikirkan juga risikonya ke depan. Apalagi buat yang belum pernah cek BI Checking, bisa-bisa urusan paylater ini berpengaruh ke masa depan keuangan kalian. Jangan sampai menyesal kayak aku, sudah diteror, data kredit juga kena dampaknya,” tegas Nana memberi peringatan.
Fenomena ini, menurut Nana, sebaiknya menjadi alarm bagi para pengguna layanan keuangan digital agar selalu membaca syarat dan ketentuan dengan seksama sebelum menggunakan fitur seperti paylater.
Ia menekankan pentingnya disiplin membayar tepat waktu dan mengetahui segala konsekuensi yang mungkin terjadi.
Pengalaman Nana Mirdad menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat agar lebih waspada.
Layanan paylater memang memberikan kemudahan, tetapi harus disertai dengan pengelolaan keuangan yang cermat dan kesadaran atas dampaknya terhadap catatan kredit.
Informasi yang jelas serta edukasi keuangan digital pun dinilai Nana semakin penting di tengah maraknya penggunaan layanan teknologi finansial.
Berita Terkait
-
Tampannya Jason White saat Wisuda SMA, Nana Mirdad Sampai Tahan Tangis
-
Diminta Adopsi Bayi Yang Dibuang, Nana Mirdad Tegas Tolak!
-
Tak Jadi Adopsi, Ini 8 Momen Nana Mirdad Jenguk Bayi yang Ditemukan ART
-
Miris! Begini Kondisi terbaru bayi yang ditemukan Nana Mirdad dan ART di semak belukar dekat Rumah
-
Nana Mirdad Temukan Bayi di Semak Dekat Rumahnya, Kondisinya Mulai Membiru
Terpopuler
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo
Terkini
-
Menag Nasaruddin Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026, Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
-
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP Pejuang Digital ke Wilayah 3T
-
Polisi Ungkap Motif Penyiraman Air Keras di Bekasi, Pelaku Dendam Sejak 2018
-
Kemensos Salurkan Bantuan Rp11,70 Miliar untuk Korban Bencana Hidrometeorologi di Agam
-
KPK Usut Aliran Uang Pendaftaran Perangkat Desa dalam Kasus Bupati Pati Sudewo