Matamata.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp63,7 triliun dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI untuk pelaksanaan anggaran tahun 2026. Usulan ini disampaikan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (7/7).
Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astamarena) Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat menjelaskan bahwa total kebutuhan anggaran Polri untuk 2026 mencapai Rp173 triliun, sebagaimana tertuang dalam Surat Kapolri tertanggal 10 Maret 2025.
Sementara itu, pagu indikatif yang ditetapkan hanya sebesar Rp109,6 triliun, sehingga terdapat kekurangan sebesar Rp63,7 triliun.
"Tambahan anggaran itu akan dialokasikan untuk belanja pegawai sebesar Rp4,8 triliun, belanja barang Rp13,8 triliun, dan belanja modal Rp45,1 triliun," ujar Wahyu.
Belanja pegawai akan difokuskan untuk pembiayaan gaji personel baru serta peningkatan tunjangan kinerja bagi 80 persen personel Polri dan ASN. Sementara itu, belanja barang diprioritaskan guna memperkuat operasional dan layanan keamanan masyarakat.
"Di antaranya pemenuhan operasional pengembangan Polda Papua Tengah, Papua Barat Daya serta polres atau satuan kerja (satker) terbaru, dukops bhabinkamtibmas, perawatan command center, pengamanan di perbatasan dan pulau kecil terluar, dan lain-lain," katanya.
Adapun belanja modal akan diarahkan pada pengadaan kendaraan listrik, kapal pemburu cepat untuk pengamanan perbatasan, serta peralatan pendukung penanganan kasus narkoba dan kejahatan siber. Tak hanya itu, anggaran juga disiapkan untuk pembangunan ruang pelayanan khusus, markas polsek, serta rumah dinas bagi anggota Polri.
Wahyu turut memaparkan realisasi anggaran sebelumnya. Pada tahun anggaran 2024, Polri telah menyerap anggaran sebesar Rp136 triliun atau 97,49 persen dari total Rp140 triliun. Sedangkan untuk tahun 2025, hingga 30 Juni 2025, serapan anggaran Polri mencapai Rp69,1 triliun atau 48,67 persen dari pagu Rp142,1 triliun. (Antara)
Berita Terkait
-
Jimly Asshiddiqie: Rekomendasi Reformasi Polri Segera Dilaporkan ke Presiden Prabowo
-
Bareskrim Polri Serahkan Rp58,1 Miliar Aset Judi Online ke Negara
-
Ketua Komisi III DPR Tegaskan Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026 Sudah Disepakati Seluruh Fraksi
-
DPR Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Kurangi Anggaran Infrastruktur Pendidikan
-
Polri Buru Bandar Narkoba 'Boy' dan Kurir Jaringan Koko Erwin, Ini Ciri-cirinya
Terpopuler
-
Syarief Khan akan Somasi dan Laporkan Selebgram ke Polisi, dengan Dugaan Fitnah
-
Diandra Salsabila hingga Ghazi Alhabsyi, Ungkap Tantangan Seru Sinetron 'Petualangan Rahasia Queena'
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
Terkini
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Kemenag Pastikan TPG Guru Madrasah Cair Bertahap Mulai Pekan Ini
-
Jimly Asshiddiqie: Rekomendasi Reformasi Polri Segera Dilaporkan ke Presiden Prabowo