Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan insiden pembakaran Kantor DPRD Makassar, Sulawesi Selatan, saat aksi unjuk rasa pada Jumat (28/8), bukanlah bentuk penyampaian aspirasi, melainkan tindakan makar.
Prabowo menyampaikan hal itu usai menjenguk korban aksi demonstrasi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin. Ia menyesalkan peristiwa tersebut karena menelan korban jiwa dari kalangan aparatur sipil negara (ASN).
"Ingat, di Sulawesi Selatan ada empat ASN, orang tidak bersalah, orang tidak berpolitik menjadi korban. Gedung DPR dibakar, ini tindakan-tindakan makar ini, ini bukan penyampaian aspirasi," tegas Prabowo.
Presiden menambahkan, empat ASN yang menjadi korban merupakan pihak tak bersalah akibat aksi anarkis massa. Ia juga menyayangkan adanya tindakan sengaja membakar, menyerang, hingga merusak fasilitas umum yang justru menimbulkan amarah masyarakat.
Meski begitu, Prabowo memastikan aparat penegak hukum akan menyelidiki pihak yang bertanggung jawab.
"Saya menduga kita sudah ada indikasi-indikasi dan kita akan tidak ragu-ragu, saya tidak ragu-ragu membela rakyat, saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun saya hadapi atas nama rakyat," ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Makassar, empat ASN yang meninggal dunia akibat insiden tersebut ialah Budi Haryadi (30), anggota Satpol PP yang terpaksa melompat dari atap gedung DPRD saat terbakar; Syaiful (43), Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Ujung Tanah yang juga melompat dari lantai empat; serta Muhammad Akbar Basri alias Abay, fotografer Humas DPRD Makassar, dan Sarinawati, staf DPRD, yang ditemukan hangus terbakar di lantai tiga gedung.
Keduanya diduga bersembunyi di ruangan tersebut karena takut saat massa mulai menyerang hingga menjarah barang-barang di gedung DPRD. (Antara)
Berita Terkait
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Hendropriyono Ingatkan Masyarakat Waspadai Provokasi dan Upaya Adu Domba
-
Kepala Bakom RI: Makan Bergizi Gratis Mandat Rakyat, Tak Bisa Dihentikan
-
Pengamat Sayangkan Pembubaran Diskusi Pejabat Negara di UGM: Kampus Harus Jadi Ruang Dialog
-
Prabowo Perintahkan Mendikdasmen Bentuk Tim Evaluasi Buku Pelajaran Sekolah
Terpopuler
-
Komunitas Rider Kalisari R2L, Gelar Touring Kebersamaan ke Bogor
-
Ingin Karyanya Lebih Bernyawa, Anggia Novita Optimistis Produseri Soundtrack Film 'Juminten Edan'
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
Sepakat Berkolaborasi! Hard Lights, BEAUZ, dan Solar State, Rilis Lagu 'Mad World'
-
Kuras Emosi! Auzan Noh dan Syakir Daulay Kompak Bintangi Film 'Dua Nafas'
Terkini
-
Pupuk Indonesia Sediakan 6 Mobil Uji Tanah Gratis di Sumatera demi Ketahanan Pangan
-
PDIP Tegaskan Posisi Politik Penyeimbang Pemerintahan Prabowo Subianto
-
Susunan Pemain Turki vs Paraguay Piala Dunia 2026: Arda Guler Starter
-
KPK Pastikan Tak Duplikasi Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis yang Ditangani Kejagung
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri Usai Ditangkap, Kuasa Hukum Buka Suara