Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan perlunya negara-negara anggota BRICS bersatu menghadapi praktik standar ganda dalam hukum internasional. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting pada Senin (8/9) malam.
Dalam cuplikan tayangan yang ditampilkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyatakan dukungan penuh terhadap seruan Presiden China Xi Jinping mengenai pentingnya keterbukaan dan kerja sama erat.
“Saya sepenuhnya mendukung konsep-konsep yang disampaikan oleh Bapak Presiden Republik Rakyat China yang terhormat. Kita harus menjunjung tinggi keterbukaan, kita harus melanjutkan koordinasi dan kerja sama yang erat ini di dunia yang penuh ketidakpastian ini, dengan standar ganda, bahkan rangkap tiga, di mana hukum internasional diabaikan setiap hari,” kata Prabowo.
Menurutnya, praktik standar ganda semakin sering terjadi di panggung global, di mana negara besar kerap bertindak sewenang-wenang sementara negara kecil mengalami intimidasi.
“Hukum internasional diabaikan setiap hari, di mana (negara) yang kuat membuat kewenangan, di mana negara-negara kecil dengan kekuatan yang lebih kecil diintimidasi, diancam, dirundung. Di mana perdagangan dan keuangan menjadi senjata,” ujarnya.
Prabowo menegaskan saatnya BRICS berkembang lebih solid sebagai kekuatan global baru. Indonesia, kata dia, siap berkontribusi penuh dalam inisiatif tersebut.
“Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden (Brasil) Lula, dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama lebih erat dengan semua negara BRICS,” tutur Kepala Negara.
Pertemuan virtual ini turut dihadiri sejumlah kepala negara, antara lain Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.
Hadir pula Putra Mahkota Uni Emirat Arab Khaled bin Mohamed bin Zayed, Menteri Luar Negeri Ethiopia Gedion Timothewos, dan Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar.
Forum BRICS kali ini menjadi wadah para pemimpin untuk bertukar pandangan mengenai kondisi geopolitik, dinamika ekonomi global, serta stabilitas perdagangan internasional yang berpengaruh terhadap prospek pertumbuhan di berbagai kawasan.
Berita Terkait
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila
-
Kantongi 4 Kesepakatan Strategis, Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan ke Prancis
-
Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis Hasilkan 4 Kesepakatan Komersial Baru
-
Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Santap Malam Kenegaraan di Istana Elysee Paris
-
Jet Rafale Tiba di RI, Macron Puji Keberanian Prabowo Soal Palestina dan Lebanon
Terpopuler
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila
Terkini
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila