Matamata.com - Prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU), Kapten POM Aulia Noprizal Syahputra, mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah meraih predikat Honor Graduate Student dengan nilai akhir 97,9 pada pendidikan Military Police Captain Career Course (MPCCC) di United States Army Military Police School (USAMPS).
Dalam keterangan resmi TNI AU yang diterima di Jakarta, Jumat, disebutkan bahwa predikat tersebut diberikan atas prestasi akademik di atas rata-rata selama mengikuti program pendidikan yang setara dengan Sekolah Komando dan Staf Angkatan Udara (Sekkau) di Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, Kapten Aulia mengikuti pendidikan itu selama sekitar tujuh bulan, mulai 28 April hingga 25 Oktober 2025.
“Capaian ini mencerminkan kompetensi, dedikasi, serta profesionalisme perwira TNI AU di kancah internasional, sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam kerja sama pertahanan dan keamanan global,” ujar Nyoman.
Ia berharap seluruh ilmu yang diperoleh Kapten Aulia di Amerika Serikat dapat diimplementasikan di dalam negeri demi kemajuan organisasi TNI AU.
Pendidikan MPCCC diikuti 33 perwira yang terdiri atas enam peserta internasional dan 27 peserta dari Amerika Serikat. Program tersebut bertujuan membangun profesionalisme, memperkuat kerja sama militer, serta meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan perencanaan operasi kepolisian militer di tingkat batalyon dan brigade. (Antara)
Berita Terkait
-
TNI AU Asah Kesiapan Pilot Helikopter Lewat Latihan Misi Tempur dan OMSP di Bogor
-
Prabowo Puji Elang Muda TNI AU dari Pesawat Kepresidenan: Rakyat Bangga pada Kalian!
-
Menko AHY: Infrastruktur Harus Multifungsi, Tol Bisa Jadi Runway Darurat Jet Tempur
-
Tiga Jet Tempur Rafale Tiba di Pekanbaru, Presiden Prabowo Akan Hadiri Seremoni Penerimaan
-
TNI AU Terbangkan Dua Hercules Bawa Hampir 19 Ton Bantuan ke Sumatera
Terpopuler
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Film "Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan" Resmi Menguras Air Mata di Bioskop Mulai Hari Ini
Terkini
-
Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan
-
Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah
-
Kasus Korupsi Chromebook: Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara
-
WWF Ajak Masyarakat hingga Swasta Kolaborasi Promosikan Pangan Lokal
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis