Matamata.com - Kontingen Indonesia semakin mengukuhkan posisi di peringkat kedua klasemen sementara medali SEA Games 2025 setelah meraih tambahan 12 medali emas, 10 perak, dan 13 perunggu pada Minggu.
Mengacu pada laman resmi panitia SEA Games 2025 Thailand, Indonesia kini mengoleksi total 43 emas, 56 perak, dan 53 perunggu, atau keseluruhan 152 medali.
Sumbangan emas datang dari cabang bulu tangkis. Alwi Farhan meraih emas nomor tunggal putra usai menaklukkan rekan senegaranya, Moh Zaki Ubaidillah. Medali emas juga dipersembahkan pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Sementara itu, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menyumbangkan medali perunggu.
Cabang wushu turut menyumbang emas melalui Edgar Xavier Marvelo pada nomor taolu gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gunshu. Laga tersebut menjadi penampilan terakhir Edgar membela Indonesia di ajang SEA Games.
Tambahan medali emas juga diperoleh dari cabang balap sepeda nomor road race beregu serta tim menembak nomor air pistol 10 meter beregu putra.
Dari cabang atletik, Hendro Yap kembali menunjukkan dominasinya di Asia Tenggara dengan meraih emas pada nomor jalan cepat. Emas lainnya diraih Robi Syianturi pada nomor maraton putra. Sementara itu, Odekta Elvina Naibaho mencatatkan prestasi dengan meraih emas maraton putri untuk ketiga kalinya secara beruntun pada SEA Games 2025.
Raihan tersebut membuat Indonesia tetap berada di posisi kedua klasemen, diikuti Vietnam di peringkat ketiga dengan 34 emas, 35 perak, dan 66 perunggu.
Sementara itu, tuan rumah Thailand masih memimpin klasemen medali dengan perolehan 132 emas, 78 perak, dan 47 perunggu, atau total 257 medali.
Berdasarkan klasemen medali SEA Games 2025 hingga Minggu (15/12) pukul 23.59 WIB menurut laman resmi panitia SEA Games 2025 Thailand, Thailand berada di peringkat pertama, disusul Indonesia dan Vietnam di posisi kedua dan ketiga. (Antara)
Berita Terkait
-
Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menanggapi santai kelaka
-
Kejar Target Maret, Prabowo Minta 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp600 Triliun Segera Eksekusi!
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Menteri Pigai: Kita Akan Tangani Krisis Venezuela
-
SE Mendikdasmen Nomor 2 Tahun 2026: Instruksi Pagi Ceria dan Upacara Bendera di Sekolah
Terpopuler
-
Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menanggapi santai kelaka
-
Kejar Target Maret, Prabowo Minta 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp600 Triliun Segera Eksekusi!
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Retret 8 Jam di Hambalang: Dari Perluasan Sekolah Rakyat hingga Rencana Pasukan Perdamaian ke Gaza
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Menteri Pigai: Kita Akan Tangani Krisis Venezuela
Terkini
-
Ketua Umum PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menanggapi santai kelaka
-
Kejar Target Maret, Prabowo Minta 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp600 Triliun Segera Eksekusi!
-
Retret 8 Jam di Hambalang: Dari Perluasan Sekolah Rakyat hingga Rencana Pasukan Perdamaian ke Gaza
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, Menteri Pigai: Kita Akan Tangani Krisis Venezuela
-
Kementerian ESDM: Konflik Venezuela Tak Berdampak Signifikan pada Harga Minyak Dunia