Matamata.com - Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, menegaskan bahwa penanganan bencana di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dilakukan dengan pendekatan Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM). Pendekatan ini merupakan instruksi langsung Presiden untuk memastikan pemulihan berjalan cepat.
Ivan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo telah berulang kali menekankan komitmennya, baik dalam Sidang Kabinet Paripurna maupun saat meninjau langsung lokasi bencana. Salah satu poin krusial yang ditegaskan Kepala Negara adalah larangan keras praktik "wisata bencana" oleh para pejabat.
"Presiden menekankan agar tidak ada praktik 'wisata bencana' oleh pejabat. Setiap kunjungan ke lokasi bencana harus disertai kerja nyata dan bantuan langsung bagi masyarakat terdampak," ujar Ivan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (3/1).
Implementasi arahan tersebut terlihat saat Presiden mengunjungi wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dalam setiap kunjungan, Prabowo memboyong menteri dan pejabat strategis seperti Menteri PU, Panglima TNI, Menteri ESDM, hingga Dirut PLN untuk segera mengeksekusi solusi di lapangan.
Sebagai contoh nyata, Ivan menyebut pembangunan jembatan darurat oleh personel TNI berhasil rampung dalam waktu kurang dari satu minggu. Pencapaian ini jauh lebih cepat dari estimasi awal berkat koordinasi yang ketat.
Guna memperkuat manajemen lapangan, Presiden juga menunjuk Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sebagai Ketua Satgas Percepatan Pemulihan Jembatan.
Selain aspek teknis, Ivan menyoroti gaya kepemimpinan lapangan Prabowo yang kental dengan latar belakang prajurit. Menurutnya, Presiden terbiasa turun langsung untuk memastikan perintah berjalan efektif sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga.
"Kehadiran Presiden di lokasi bencana juga menjadi bentuk trauma healing, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak. Presiden ingin memastikan rakyat benar-benar merasakan kehadiran dan perhatian negara," tambah Ivan.
Dalam jangka panjang, Pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian tetap (huntap), perbaikan fasilitas publik, bantuan stimulan, hingga restrukturisasi kredit bagi masyarakat terdampak. Strategi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah sesaat, tetapi juga memulihkan ekonomi warga pascabencana.
"TSM bukan sekadar istilah. Ini adalah cara kerja agar pemulihan berjalan cepat, terencana, koordinatif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Ungkap Dampak Ekonomi Makan Bergizi Gratis Bagi Petani Desa
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila
-
Kantongi 4 Kesepakatan Strategis, Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Kunjungan ke Prancis
-
Tunggangi Maung Garuda, Presiden Prabowo Ikut Jaring Udang di Panen Raya Kebumen
-
Rampai Nusantara: Pidato Presiden Prabowo di DPR Jaga Optimisme dan Stabilitas Nasional
Terpopuler
-
Diduga Menipu hingga Miliaran Rupiah, Pengusaha Kayu Lapis di Sukabumi Dilaporkan ke Polisi
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
Terkini
-
Mendag Siapkan Tiga Permendag Baru Atur Ekspor CPO hingga Batu Bara via BUMN
-
IHSG Hari Ini Anjlok 4 Persen, Menkeu Purbaya Andalkan Fundamental Ekonomi
-
SBY: UMKM Kunci Ketahanan Ekonomi Hadapi Ketidakpastian Global 2026
-
Rencana Kunjungan Megawati ke Dili, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Temui Presiden Timor Leste
-
KPK Duga Wamen Imigrasi Silmy Karim Terima Uang Pemerasan Sejak Menjabat Dirjen