Matamata.com - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan Indonesia untuk mulai mengekspor beras pada tahun ini. Sebanyak 1 juta ton beras kualitas premium telah disiapkan menyusul keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan.
"Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian, kami menyiapkan stok 1 juta ton beras kualitas premium untuk ekspor nanti," ujar Rizal di sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Bulog di Jakarta, Minggu (11/1).
Rencana ekspor ini menjadi agenda utama dalam rapat internal Bulog guna mematangkan strategi pelaksanaan secara menyeluruh. Meski membuka keran ekspor, Rizal menjamin kebijakan ini tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional. Saat ini, stok yang dikelola Bulog mencapai 3,25 juta ton.
"Kebijakan ekspor tetap diselaraskan dengan komitmen menjaga kebutuhan dalam negeri agar tetap terpenuhi, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait keberlanjutan swasembada pangan," tambahnya.
Lonjakan Stok Nasional Kesiapan ekspor ini didukung oleh data Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menunjukkan stok beras awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton. Angka ini mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 203 persen dibandingkan stok awal tahun 2024 yang hanya sebesar 4,134 juta ton.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, merinci bahwa stok 12,5 juta ton tersebut mencakup Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Bulog serta stok yang tersebar di penggilingan, pedagang, hingga rumah tangga.
Dengan asumsi kebutuhan konsumsi nasional sebesar 2,591 juta ton per bulan, maka cadangan yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan rakyat Indonesia hingga lima bulan ke depan, bahkan sebelum menghitung hasil panen sepanjang tahun 2026.
Tonggak Sejarah Baru Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa ekspor beras tahun ini akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia. Stabilnya pasokan nasional dan peningkatan produksi petani menjadi kunci utama keberhasilan ini.
"Izin Bapak Presiden sudah jelas. Jika serapan Bulog dipastikan aman dalam tiga bulan ke depan, ekspor hampir pasti kita lakukan tahun ini," tegas Amran saat acara Panen Raya di Karawang, Rabu (7/1) lalu.
Melalui langkah ini, Bulog berharap Indonesia tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga di dalam negeri, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara swasembada yang konsisten memasok pangan ke pasar internasional. (Antara)
Berita Terkait
-
RI Capai Swasembada Plus, Mentan Optimistis Hadapi El Nino Meski Krisis Pangan Global
-
Titiek Soeharto: Pembahasan Bulog Jadi Badan Otonom Tunggu Keputusan Pemerintah
-
Zulhas Pastikan Ketahanan Pangan RI Tak Terpengaruh Konflik Timur Tengah
-
Mentan Amran: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat dan Mandiri Energi
-
Stok Beras Melimpah, Mentan Amran Lapor ke Presiden Prabowo Capaian PDB Pertanian Tertinggi dalam 25 Tahun
Terpopuler
-
Pernah Alami Trauma, Karina Suwandi Tak Kapok Bintangi Film Horor 'Tumbal Proyek'
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia
-
Dalami Karakter di Film 'Tiba-Tiba Setan', Oki Rengga Rela Alami Memar
-
Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
Terkini
-
Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah
-
Kementan: Industri Sawit Indonesia Ramah Lingkungan dan Siap Menuju B50
-
Ribuan Peserta Terindikasi Curang di UTBK 2026, Puan Maharani Desak Perbaikan Sistem
-
RI Incar Kursi Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO 2026-2030
-
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kumpulkan Panglima TNI dan Deretan Purnawirawan, Bahas Dukungan Program Pemerintah