Matamata.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memulai langkah nyata dalam membantu pemulihan pascabencana dengan merevitalisasi 500 rumah marbot masjid dan guru ngaji di wilayah Sumatera. Program ini menyasar para penyintas bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025 lalu.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa dana rehabilitasi tersebut berhasil dihimpun melalui donasi umat. Selain rumah tinggal, MUI juga berkomitmen memperbaiki satu masjid di masing-masing provinsi terdampak.
"Alhamdulillah, donasi yang terkumpul cukup untuk membiayai rehabilitasi 500 rumah untuk guru ngaji dan marbot masjid di Aceh, Sumut, dan Sumbar," ujar Nusron dalam acara Pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Bentuk Moslem Disaster Rescue Dalam kesempatan yang sama, MUI secara resmi membentuk Moslem Disaster Rescue (MDR) MUI. Pembentukan unit ini ditandai dengan penyematan topi secara simbolis oleh Ketua Umum MUI sebagai garda depan penanggulangan bencana berbasis ormas Islam.
Nusron menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memberi teladan bahwa penanganan bencana adalah tanggung jawab kolektif. "Ini tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Kami ingin MUI senantiasa memberikan manfaat bagi umat," tambahnya.
Dihadiri Presiden Prabowo dan Puluhan Ribu Jemaah Acara pengukuhan ini turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto yang tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 10.00 WIB. Presiden hadir didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Kehadiran jajaran Kabinet Merah Putih ini disambut hangat oleh pimpinan MUI serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
Pantauan di lokasi, Masjid Istiqlal dipadati lebih dari 58.000 jemaah dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. Jemaah yang didominasi pakaian serba putih tersebut bahkan telah memenuhi ruang ibadah utama hingga lantai lima sejak waktu Subuh.
Nusron menyampaikan bahwa MUI masih membuka pintu bagi para donatur yang ingin berkontribusi dalam program rehabilitasi berkelanjutan ini. (Antara)
Berita Terkait
-
Gus Yahya: Presiden Prabowo Punya Posisi Strategis Mediasi Konflik Timur Tengah
-
3 Jam Bahas Geopolitik Global, Presiden Prabowo Ajak Ulama Perkuat Persatuan Nasional
-
Redam Dampak Konflik Global, Presiden Prabowo Perkuat Solidaritas Bersama Ulama
-
Presiden Prabowo Kirim Surat Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
-
Konflik Iran-Israel Memanas: Prabowo Subianto Telepon Pemimpin Teluk dan Tunggu Jadwal MBS
Terpopuler
-
Syarief Khan akan Somasi dan Laporkan Selebgram ke Polisi, dengan Dugaan Fitnah
-
Diandra Salsabila hingga Ghazi Alhabsyi, Ungkap Tantangan Seru Sinetron 'Petualangan Rahasia Queena'
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
Terkini
-
Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Intensifkan Negosiasi dengan Iran
-
Inacell: Inovasi BRIN Ubah Limbah Sawit Jadi Material Industri Bernilai Tinggi
-
Komisi III DPR RI Puji Putusan Hakim PN Batam yang Tak Jatuhkan Vonis Mati pada Fandi
-
Kemenag Pastikan TPG Guru Madrasah Cair Bertahap Mulai Pekan Ini
-
Jimly Asshiddiqie: Rekomendasi Reformasi Polri Segera Dilaporkan ke Presiden Prabowo