Matamata.com - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memuji langkah cepat Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam mengelola anggaran untuk pemulihan pascabencana di Sumatra. Dasco menilai model pergeseran anggaran yang dilakukan Kementan patut menjadi rujukan bagi kementerian dan lembaga lain dalam situasi darurat.
Apresiasi tersebut disampaikan Dasco dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra di Senayan, Jakarta, Rabu (18/2). Ia menggarisbawahi efektivitas Mentan dalam menyiapkan kebutuhan pangan sekaligus menyesuaikan alokasi anggaran secara fleksibel.
“Terima kasih kepada Pak Mentan atas ketersediaan stok beras yang lebih dari cukup. Pergeseran anggaran yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak ini adalah langkah yang mungkin bisa dicontoh oleh kementerian lain,” ujar Dasco.
Dalam kesempatan yang sama, Mentan Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa bantuan untuk wilayah terdampak terdiri dari bantuan reguler melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebesar Rp1 triliun, serta bantuan non-reguler melalui program Kementan Peduli senilai Rp75,8 miliar.
Selain bantuan langsung, Kementan mengambil langkah strategis dengan menggeser anggaran reguler sebesar Rp1,4 triliun guna mempercepat pemulihan sektor pertanian. Total kebutuhan anggaran pemulihan sendiri diperkirakan mencapai Rp4,7 triliun.
“Langkah ini sudah kami sampaikan ke Bappenas dan Menteri Keuangan,” jelas Amran.
Amran menjamin ketersediaan pangan di wilayah terdampak tetap stabil. Saat ini, stok beras di lokasi bencana mencapai 100 ribu ton, yang diprediksi mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan. Secara nasional, stok pangan juga berada pada posisi kuat di angka 3,5 juta ton.
Mengenai progres di lapangan, Amran melaporkan bahwa dari total 94 ribu hektare lahan sawah yang rusak di Sumatra, 39 ribu hektare di antaranya sudah mulai ditanami kembali. Menariknya, material longsoran di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat justru membawa humus yang subur.
“Ada kabar baik, lahan yang tertimbun longsoran itu ternyata mengandung humus subur. Jadi, kami fokus pada perbaikan irigasi agar penanaman bisa segera dilakukan,” tambahnya.
Langkah terukur ini, menurut Amran, merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional di tengah situasi darurat. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat dan DPR terus kuat demi mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. (Antara)
Berita Terkait
-
Kementan Prioritaskan Peternak Rakyat dalam Pengembangan Industri Perunggasan Nasional
-
Mentan Amran Cabut Izin Distributor Pupuk Subsidi Usai Terima Laporan Mahasiswa BEM
-
Stok Beras Aman, Bulog Serap 2,4 Juta Ton Gabah Petani per Mei 2026
-
Bapanas Antisipasi Deflasi Pangan 2026: Stok Cabai dan Jagung SPHP Mulai Disalurkan
-
Danantara Evaluasi Peluang Investasi untuk Perkuat Dampak Sosial-Ekonomi
Terpopuler
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis
-
DPR Wanti-wanti TVRI Jaga Kualitas Siaran Piala Dunia 2026
-
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan dan Bersiap Operasi
-
Badan Gizi Nasional Dorong Percepatan SLHS SPPG di Sulawesi Selatan, Ini Progresnya
-
Wapres Gibran Minta Pemuda Masjid Dunia Jadi Perekat Generasi Muda
Terkini
-
Menko Pangan Minta BGN Tingkatkan Serapan Telur Lewat Program Makan Bergizi Gratis
-
DPR Wanti-wanti TVRI Jaga Kualitas Siaran Piala Dunia 2026
-
Kasus Korupsi Chromebook: Nadiem Makarim Jalani Sidang Tuntutan dan Bersiap Operasi
-
Badan Gizi Nasional Dorong Percepatan SLHS SPPG di Sulawesi Selatan, Ini Progresnya
-
Wapres Gibran Minta Pemuda Masjid Dunia Jadi Perekat Generasi Muda