Matamata.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan perlunya percepatan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi untuk merespons dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026), menjelang Rapat Terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebutkan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan temuan riset akademisi dapat segera diaplikasikan untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.
"Kami mendorong hasil-hasil riset yang bisa digunakan segera untuk mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi," ujar Brian kepada awak media.
Respons Terhadap Dinamika Geopolitik Brian menjelaskan bahwa situasi geopolitik dunia saat ini berpotensi memberikan dampak signifikan pada sektor-sektor strategis.
Oleh karena itu, inovasi dari kampus tidak boleh berhenti di atas kertas, melainkan harus masuk ke tahap implementasi nyata.
Menurutnya, berbagai inovasi riset dari perguruan tinggi memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional serta menciptakan efisiensi energi yang lebih baik.
"Kita berharap teman-teman di kampus yang memiliki hasil penelitian betul-betul segera kita dorong (hilirisasinya) demi ketahanan nasional," tegasnya.
Langkah Konkret Kemendiktisaintek Hingga saat ini, Kemendiktisaintek terus menggodok langkah-langkah konkret untuk mempercepat proses transisi riset dari laboratorium ke industri.
Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan koordinasi lintas sektoral agar riset yang relevan dapat langsung diserap oleh pengguna atau instansi terkait.
Dalam agenda rapat terbatas tersebut, tampak hadir sejumlah pejabat strategis lainnya, termasuk Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa, yang mengindikasikan adanya pembahasan riset teknologi yang berkaitan dengan kemandirian industri nasional. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
RI Surplus Gas, ESDM Dorong LNG Ritel Jadi Alternatif BBM dan LPG
-
Wamentan Sudaryono: Produksi Pangan Dalam Negeri Naik, Impor Beras Ditutup Rapat
-
Prabowo Tegaskan RI Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik
-
China Kritik Rencana Kenaikan Anggaran Pertahanan Jepang, Soroti Pengerahan Rudal AS
-
Ini Alasan Presiden Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR
Terpopuler
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila
Terkini
-
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun dan Bidik Properti di Eropa
-
PBNU: Jangan Beri Stigma Negatif pada Pesantren karena Ulah Segelintir Oknum
-
Gedung Putih Tegaskan Trump Hanya Akan Terima Kesepakatan Nuklir yang Menguntungkan AS
-
Menhan AS Pete Hegseth Beri Peringatan Keras ke China soal Indo-Pasifik
-
Hari Lahir Pancasila 2026: Megawati dan Presiden Prabowo Bakal Hadir di Gedung Pancasila