Matamata.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menggelar diskusi strategis bersama Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto dan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.
Pertemuan ini fokus membahas strategi menjadikan Bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa yang mendunia melalui industri kreatif.
Diskusi yang berlangsung selama dua jam di Kantor Sekretariat Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3) sore tersebut, menekankan pada penguatan koordinasi lintas sektor. Teddy menyebutkan bahwa Bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan modal kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Salah satu poin utama adalah usulan menempatkan Bahasa Indonesia sebagai kekuatan identitas bangsa yang dapat mendorong ekonomi kreatif," ujar Teddy saat dihubungi di Jakarta, Kamis (19/3).
Teddy menegaskan, internasionalisasi Bahasa Indonesia harus dilakukan melalui kanal populer seperti seni, film, dan musik. Ia mengambil contoh keberhasilan Korea Selatan yang mempopulerkan budayanya melalui fenomena K-Pop dan film.
"Korea Selatan terus memperkenalkan kosakata mereka melalui seni, seperti ‘saranghae’. Begitu juga Mandarin dengan ‘ni hao’ atau ‘xiexie’," jelasnya.
Menurut Teddy, Indonesia memiliki peluang yang sama. Dengan kekayaan ratusan ribu kosakata, ia optimistis ada kata-kata khas Indonesia yang bisa dikenal luas secara global jika disisipkan secara konsisten dalam karya seni.
"Melalui musik, film, dan seni, kita sebarkan pengaruh budaya dan Bahasa Indonesia ke dunia internasional. Harus ada satu atau dua kata yang mendunia dari produk budaya kita," pungkas Teddy. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Strategis untuk Monetisasi Karya Kreatif Lokal
-
Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Pelajar Jabar di Istana: "Silakan Keliling Sebeum Rapat"
-
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif
-
Kemenekraf Dorong Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global melalui Hilirisasi
-
Kemen Ekraf Gandeng TikTok-Tokopedia Digitalisasi 1.200 UMKM Daerah
Terpopuler
-
Mentan Amran Sulaiman Bongkar Mafia Proyek dan Permainan Benih Kementan Rp3,3 Miliar
-
Menhan Tegaskan Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Prajurit Pelaku Air Keras
-
Wapres Gibran Tekankan Pentingnya Penguatan Toleransi dan Moderasi Beragama
-
Menhan Tegaskan RI Tak Buat Komitmen Izin Lintas Udara dengan AS
-
DPR Minta BEI Perkuat Regulasi demi Kenyamanan Investor Lokal dan Global
Terkini
-
Mentan Amran Sulaiman Bongkar Mafia Proyek dan Permainan Benih Kementan Rp3,3 Miliar
-
Menhan Tegaskan Peradilan Militer Bisa Hukum Lebih Berat Prajurit Pelaku Air Keras
-
Wapres Gibran Tekankan Pentingnya Penguatan Toleransi dan Moderasi Beragama
-
Menhan Tegaskan RI Tak Buat Komitmen Izin Lintas Udara dengan AS
-
DPR Minta BEI Perkuat Regulasi demi Kenyamanan Investor Lokal dan Global