Matamata.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat monetisasi karya kreatif lokal. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Perkumpulan Alumni Amerika Serikat (ALUMNAS) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Teuku Riefky menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen penuh membantu pelaku usaha kreatif agar mampu berkembang secara mandiri dan berdaya saing global. Fokus utama saat ini adalah memastikan Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) yang dihasilkan anak muda Indonesia tidak berhenti sebagai karya seni semata, tetapi menjadi motor ekonomi.
"Banyak anak muda Indonesia yang sudah melahirkan IP-IP kreatif. Tantangannya sekarang adalah bagaimana IP tersebut bisa dimonetisasi dan berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang berkelanjutan," ujar Teuku Riefky dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, penguatan ekosistem ekraf memerlukan sinergi untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan memperluas akses pasar. Ia mencontohkan, subsektor seperti film, desain, penerbitan, animasi, hingga suvenir dapat dikolaborasikan guna meningkatkan nilai tambah (value added).
"Delapan Asta Ekraf membuka banyak ruang kolaborasi. Tinggal dipetakan sektor mana yang paling potensial untuk dikembangkan bersama," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum ALUMNAS, Jimmy Gani, menyatakan kesiapan organisasinya untuk berkontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi kreatif nasional. Ia menyoroti bahwa banyak UMKM di sektor ini yang masih memerlukan intervensi berupa kurasi, pendampingan, hingga akses pembiayaan.
"Sebagai organisasi yang mewadahi beragam profesi, ALUMNAS siap mendukung pelaksanaan program pendampingan, penyelenggaraan forum bisnis, hingga pengembangan talenta muda guna memajukan ekonomi kreatif kita," pungkas Jimmy. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif
-
Kemenekraf Dorong Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global melalui Hilirisasi
-
Kemen Ekraf Gandeng TikTok-Tokopedia Digitalisasi 1.200 UMKM Daerah
-
Kemenkum Bakal Tindak Tegas Pembajak Siaran Olahraga
-
DPR Dukung Pembentukan Kemenekraf, Tekankan Perlindungan Pekerja Kreatif
Terpopuler
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
-
Menko Pangan Tegaskan Swasembada Pangan Menyangkut Hak Rakyat dan Kesejahteraan Petani
-
PLN Buka Suara Soal Tarif Listrik April-Juni 2026 dan Cara Cek Tagihan
-
Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo
-
Nadiem Makarim Terharu Ratusan Sopir Ojol Padati Sidang Pleidoi Kasus Chromebook
Terkini
-
Bahasa Prancis Wacana Masuk Kurikulum, Komisi X DPR Minta Pemerintah Kaji Matang
-
Menko Pangan Tegaskan Swasembada Pangan Menyangkut Hak Rakyat dan Kesejahteraan Petani
-
PLN Buka Suara Soal Tarif Listrik April-Juni 2026 dan Cara Cek Tagihan
-
Gerindra Puji Sikap Elegan Megawati yang Tetap Hormati Presiden Prabowo
-
Nadiem Makarim Terharu Ratusan Sopir Ojol Padati Sidang Pleidoi Kasus Chromebook