Matamata.com - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) resmi berkolaborasi dengan TikTok Shop dan Tokopedia untuk mempercepat transformasi digital pelaku usaha lokal. Melalui program bertajuk "Waktunya STARt x Genmatic: Generasi Melek Teknologi", sebanyak 1.200 UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia ditargetkan masuk ke ekosistem digital.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi kreatif yang inklusif. Menurutnya, pemanfaatan platform digital akan mempercepat proses transaksional, mulai dari pengenalan produk hingga pembelian.
“Misi TikTok dan Tokopedia selaras dengan perjuangan kami. Kita ingin memastikan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan nasional yang dimulai dari daerah, tidak hanya berpusat di kota besar,” ujar Riefky dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).
Riefky menambahkan, pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui ekosistem social commerce. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal, termasuk membangun kekuatan kreator dan afiliator di luar Pulau Jawa.
Senada dengan hal tersebut, Senior Director Tokopedia (TikTok Shop), Vonny Susamto, menjelaskan bahwa inisiatif Local Business Empowerment (LBE) dalam program ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, seperti kesenjangan literasi digital dan akses pasar.
"Kami berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan, bukan sekadar jangka pendek," tegas Vonny.
Kolaborasi ini mengusung tiga pilar utama:
- Waktunya STARt: Pelatihan berkelanjutan bagi UMKM dan kreator di berbagai wilayah.
- Beli Lokal: Kampanye khusus untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri. Tercatat, lebih dari 20.221 toko telah bergabung dengan peningkatan penjualan mencapai 58 persen.
- Lokal Mendunia: Akselerasi brand lokal ke pasar global. Saat ini, lebih dari 50 brand sedang dipersiapkan menembus pasar Asia Tenggara sebagai tahap awal.
Head of Public Policy & Government Relations TikTok & Tokopedia, Hilmi Adrianto, menambahkan bahwa dengan 160 juta pengguna TikTok di Indonesia, integrasi konten dan commerce menjadi ruang strategis untuk memicu keputusan pembelian.
Selain penguatan UMKM, pertemuan tersebut juga membahas inovasi layanan seperti pengembangan TikTok Shop sebagai discovery e-commerce dan TikTok Go untuk memperkuat konektivitas bisnis di sektor jasa serta pariwisata. (Antara)
Baca Juga
Tag
Berita Terkait
-
DPR Dorong Pemerataan Program Kampung Internet untuk Transformasi Digital Desa
-
BGN Perkuat Kerja Sama ASEAN, Bagikan Praktik Terbaik Program Makanan Bergizi Gratis
-
Rumah Perubahan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Waktunya STARt Bersama TikTok Shop Tokopedia
-
Program Makan Bergizi Gratis BGN: Berdayakan UMKM dan Bumdes di Daerah Bencana Aceh
-
Lebih Efisien dari Tebu? BRIN Ciptakan Mesin Gula Semut Sorgum Khusus UMKM
Terpopuler
-
Kemen Ekraf Gandeng TikTok-Tokopedia Digitalisasi 1.200 UMKM Daerah
-
Kemenkum Bakal Tindak Tegas Pembajak Siaran Olahraga
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Menhub: Ini Pelajaran Penting untuk Evaluasi Menyeluruh
-
Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global
-
Mendes PDT: Kebijakan Presiden Tak Naikkan Harga BBM Jaga Daya Beli Warga Desa
Terkini
-
Kemenkum Bakal Tindak Tegas Pembajak Siaran Olahraga
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Menhub: Ini Pelajaran Penting untuk Evaluasi Menyeluruh
-
Fadli Zon: UNESCO Resmi Masukkan Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf dalam Agenda Global
-
Mendes PDT: Kebijakan Presiden Tak Naikkan Harga BBM Jaga Daya Beli Warga Desa
-
Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas: Model Pengelolaan Sampah Nasional dan Inovasi Genteng Limbah