Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menjadi motor penggerak utama ekonomi di wilayah perdesaan. Program ini diyakini mampu menghidupkan sektor pangan dengan melibatkan berbagai pelaku usaha dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.
Amran menjelaskan, MBG menciptakan lonjakan permintaan terhadap komoditas hortikultura seperti sayur-mayur, serta produk peternakan seperti ayam dan telur. Hal ini secara otomatis mengaktifkan roda ekonomi masyarakat desa yang selama ini menjadi basis produksi pangan.
"MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini adalah penggerak ekonomi di desa. Mulai dari hortikultura, penjual ayam, hingga telur, semuanya bergerak dari hulu sampai hilir," ujar Amran di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/4/2026).
Menurut Amran, dampak ekonomi dari program ini menciptakan efek domino yang signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Petani hortikultura kini merasakan manfaat langsung melalui peningkatan serapan pasar, sehingga produksi sayuran menjadi lebih bergairah dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Tak hanya pertanian, sektor peternakan juga mengalami tren positif. Amran menyebut ada jutaan peternak yang akan merasakan dampak langsung dari program strategis ini.
"Berapa juta peternak kita? Ada sekitar 3,8 juta orang. Semuanya akan terlibat, mulai dari peternak unggas, sapi, hingga kambing. Bayangkan jika ada perputaran uang sebesar Rp300 triliun di desa," tuturnya optimis.
Lebih lanjut, Mentan menambahkan bahwa ekosistem ini juga mencakup sektor distribusi dan perdagangan hasil pangan. Hal tersebut akan membentuk fondasi ekonomi lokal yang kuat dan inklusif.
Amran optimistis, dengan potensi perputaran uang yang mencapai ratusan triliun rupiah, MBG akan menjadi strategi krusial dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menyejahterakan masyarakat kecil di pelosok negeri. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
-
Menko Pangan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus guna Perkuat Ketahanan Nasional
-
Program Makan Bergizi Gratis BGN: Berdayakan UMKM dan Bumdes di Daerah Bencana Aceh
-
Zulhas Instruksikan SPPG Serap Bahan Pangan Desa untuk Program Makan Bergizi Gratis
-
RI Capai Swasembada Plus, Mentan Optimistis Hadapi El Nino Meski Krisis Pangan Global
Terpopuler
-
Viral! Diduga Istri Ahmad Sahroni, Feby Belinda Selingkuh dengan Yoyo 'Padi'
-
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
-
Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
Menko Pangan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus guna Perkuat Ketahanan Nasional
Terkini
-
Ekspor CPO Indonesia 2026 Naik Pesat, Hilirisasi Jadi Kunci Dominasi Pasar Global
-
Kumpulkan Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Prabowo: Kita Semua di Tenda Ini Adalah Patriot!
-
Menhaj Irfan Yusuf Lantik PPIH Embarkasi 2026: Layanan Haji Harus Inklusif dan Anti-Diskriminasi
-
Menko Pangan Dorong Hilirisasi dan Riset Kampus guna Perkuat Ketahanan Nasional
-
Program Makan Bergizi Gratis BGN: Berdayakan UMKM dan Bumdes di Daerah Bencana Aceh