Matamata.com - Kaesang Pangarep saat ini tengah menggeluti bisnis kulinernya dengan Chef Arnold dan Gibran Rakabuming.
Restoran tersebut banyak mendapat pujian. Bahkan, banyak food vlogger yang memberikan review positif atas menu yang disajikan dalam restoran itu.
Sayangnya, disaat bisnis kulinernya tengah meroket Kaesang Pangarep justru menuai komentar negatif.
Restoran Kaesang Pangarep itu mendapatkan rating rendah dari seseorang.
Akun tersebut memberikan rating satu dalam sebuah aplikasi pesan makanan.
''Jauh lokasi di Jakarta, masak saya dari Solo suruh ke Jakarta. Ongkos pesawat plus nasi telur 19rb. Pulang laper lagi,'' tulis akun tiger picek.
Biasanya Kaesang Pangarep akan membalas cuitan dengan nada bercanda dan banyolan khasnya. Namun nelihat komentar tersebut, Kaesang Pangerep langsung meradang.
''Saya gak tau niatnya bercanda ato apa, tapi memberi rating 1 dengan alasan begitu itu gak mutu. Tunggu saya tiger picek,'' tulis Kaesang Pangarep.
Berita Terkait
-
Prabowo Utus Tim Ekonomi 'Roadshow' Global, Sasar Lembaga Pemeringkat Dunia
-
Bisnis Kuliner Dibakar di TMP Kalibata, A. Hadiansyah Lubis Desak Pihak Terkait Usut Tuntas
-
Doddy Irawan Bangga! 'Rempeyek Yekiko' Produksinya, jadi Langganan Artis hingga Menteri
-
Usai Alami KDRT! Demi Hidupi Sang Buah Hati, Ratu Meta Rela Jualan Rempeyek
-
Keren! Restoran Sop Kaki Kambing dan Sapi 999, Milik A. Hadiansyah Lubis Jadi Langganan Artis
Terpopuler
-
Menbud Fadli Zon: Iduladha Perkuat Solidaritas Sosial dan Budaya Gotong Royong
-
BGN dan Polri Usut Penipuan Jual-Beli Titik SPPG Makan Bergizi Gratis
-
Presiden Prabowo Sumbang Sapi Kurban 1,2 Ton untuk Korban Banjir Dayeuhkolot
-
Ratusan Warga Nagarawangi bersama Lifebuoy Gelar Zumba, UMKM hingga Games di Tasikmalaya
-
Menag Pastikan Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Ramah Lingkungan
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo