Matamata.com - Mengenai pernyataan Agnez Mo yang tidak berdarah Indonesia, aktris multitalenta Dorce Gamalama rupanya memiliki sudut pandang yang berbeda.
Dorce menilai Agnez Mo bergurau. Meski begitu dia tetap menyayangkan pernyataan yang terlontar dari mulut pelantun lagu Tak Ada Logika itu.
"Saya sih nggak salahin Agnez, mungkin Agnez sedang bergurau, saya nggak akan menghujat dia, tapi memang sangat disayangkan," ujar Dorce Gamalama, saat ditemui di kawasan Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2019).
Perempuan 56 tahun itu pun memastikan Agnez Mo orang Indonesia, karena dalam wawancara tersebut dia mengaku lahir di Indonesia.
"Di situ dia bilang, keluarganya nggak ada darah Indonesia. Nggak usah keluarganya, yang pasti Agnez lahir di Indonesia otomatis dia jadi orang Indonesia, tumpah darahnya Indonesia, walaupun Agnez bicara itu terserah dia," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dorce menghimbau netizen untuk tidak usah berlebihan dalam menanggapi isu tersebut.
"Yang penting netizen jangan berlebihan. Sah-sah aja kalau dia merasa tidak ada keturunan Indonesia. Nama ibunya ada embel-embel jawa, tapi ya sudahlah itu haknya dia untuk mengatakan bahwa dia tidak mempunyai darah Indonesia," jelasnya.
"Saya pertanyakan dimana Agnez lahir, kalau di Amerika dia bukan orang Indonesia, dia orang Amerika, karena setiap bayi lahir dimana pun, di Indonesia, dia jadi warga negara Indonesia. Agnez mungkin dia tidak mengakui kalangan keluarganya, tapi dia tetap orang Indonesia. Nggak apa-apa mungkin Agnez lagi bercanda, ya Nez ya," sambungnya.
Diketahui dalam sebuah wawancara dengan presenter Kevan Kenney di sebuah video yang tayang di YouTube berjudul "Build Series NYC by Yahoo!." Agnez mengaku memiliki keturunan Negara Jerman, Jepang, dan Chinese. [Herwanto]
Berita Terkait
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
Menbud Fadli Zon Sebut Indonesia Masih Kekurangan 7.500 Layar Bioskop
-
Pengusaha Sandiana Soemarko, Mengedepankan Kepedulian Sosial di Indonesia
-
AS Dorong Diplomasi Energi Nuklir di ASEAN, Sebut Indonesia Punya Modal Kuat
-
Menhut Raja Juli Antoni: RI Siap Masuk Fase Baru Pasar Karbon Kredibel
Terpopuler
-
Trump Ancam Kenakan Tarif Impor 100 Persen bagi Negara Pengumpul Pajak Digital
-
Menyesal! Davina Karamoy Tak Kuasa Tahan Tangis di Film 'Andai Waktu Bisa Diulang Kembali'
-
Menteri Kebudayaan: Ruang Kreatif Komunitas Strategis bagi Keberlanjutan Budaya
-
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta Sebut Paparan Presiden Prabowo Perkuat Pemahaman Aliran Bernegara
-
KDM Alihkan Hadiah Sayembara Rp250 Juta untuk Masa Depan Korban Penyekapan
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo