Minggu, 09 Agustus 2020
Tinwarotul Fatonah | Yuliani : Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:50 WIB

Matamata.com - Usai postingannya viral bahkan sampai disomasi Pemprov DKI, Ike Muti akhirnya klarifikasi. Ia juga sudah menghapus foto bersama Jokowi dan meminta maaf.

Sebagai gantinya, Ike Muti mengunggah foto bendera merah putih dan mengucapkan permohonan maaf. Bahwa tak diterimanya ia dalam project webseries adalah info dari agensinya, bukan darinya.

Ike Muti (Instagram @ikemuti16)

"Bersamaan dengan ini, saya sampaikan bahwa sama sekali tidak ada niatan saya menyampaikan kebohongan apalagi sampai merugikan nama baik Pemda Provinsi DKI Jakarta. Jelas bahwa informasi tersebut sesungguhnya bukan bersumber dari saya," ungkap Ike Muti sebagai caption foto, Minggu (2/8/2020).

Namun, ia sadar telah membuat kegaduhan. Artis FTV itu pun meminta maaf kepada semua pihak, khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta.

"Namun bagaimanapun saya meminta maaf kepada semua pihak dan khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan. Saya juga telah menghapus postingan saya sebelumnya. Atas perhatian dan kerjasama semua pihak saya ucapkan terima kasih. Ike Muti," tegasnya.

Ike Muti juga menjelaskan persis seperti yang disampaikan oleh agensinya, Marantika Agency. Ike Muti pun baru mengetahui alasan tersebut hanya candaan pihak agensi yang akhirnya berujung pada somasi Pemprov DKI Jakarta.

"Belakangan saya kaget bahwa postingan saya tersebut menjadi viral. Baru belakangan juga saya mengetahui dari Sdr. Marantika melalui WA bahwa informasi yang saya dapatkan darinya adalah tidak benar," jelas Ike Muti.

"Hal ini juga disampaikan oleh Sdr. Marantika melalui akun media sosial miliknya yaitu IG@marantika_agency pada hari Jumat pagi dan melalui Instastory pada Jumat malam tanggal 31 Juli 2020 serta surat yang dibuatnya yang juga memuat permohonan maaf Sdr Marantika kepada saya, Gubernur DKI Jakarta dan Pemda DKI Jakarta. Isi surat tersebut juga di posting oleh Sdr. Marantika pada 3 postingan berturut-turut di IG@marantika_agency," bebernya.

Marantika ikut merasa bersalah atas masalah tersebut. Hal itu juga dijelaskan dalam keterangan foto yang diunggah Ike Muti di instagram.

Postingan Ike Muti. [Instagram/@ikemuti16]

"Namun dalam percakapan telepon antara saya dan Mbak Ike ketika mengabarkan keputusan ini, saya bercanda atau berseloroh bahwa ketidakterpilihannya karena banyak foto di media sosial Mba Ike dengan Bapak Presiden," bunyi penjelasan Marantika Agency dalam instagramnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI melalui akun resmi Twitter @DKIJakarta mengirimkan surat somasi kepada Ike Muti. Ia memberikan tenggat waktu 2x24 jam terhitung mulai Jumat (31/7/2020) kepada Ike Muti untuk menunjukkan bukti ucapannya.

Postingan Ike Muti. [Instagram/@ikemuti16]

"Salam, Ibu Ike Muti. Kami telah mengirimkan surat somasi kepada saudara atas isi posting saudara di Instagram yang tidak faktual. Harap diterima dengan baik. kami tunggu tindak lanjutnya," tulis akun resmi DKI Jakarta seperti dikutip Matamata.com, Jumat (31/7/2020).

Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Biro Hukum Setda Provinsi DKI Jakarta, Yayan Yuhanah, Pemprov DKI Jakarta menegaskan klaim Ike Muti ditolak bergabung dalam web series dengan klien Pemprov DKI Jakarta tersebut adalah sebuah kebohongan.

Pemprov DKI merasa dirugikan atas klaim tersebut.

BACA SELANJUTNYA

Disomasi Pemprov DKI, 5 Fakta Ike Muti