Matamata.com - Perjalanan karirnya yang penuh lika-liku diungkap oleh Rizky Billar. Lelaki yang dekat dengan pedangdut Lesty Kejora ini rupanya sempat ditolak saat casting sebelum populer seperti sekarang.
Dibutuhkan bertahun-tahun untuk membangun kariernya diakui oleh laki-laki kelahiran 12 Juli 1995 ini. Kepopulerannya tak didapatkan seperti membalikkan telapak tangan.
“Mungkin banyak orang yang berpikir, enak ya jadi Billar sekarang. Padahal sebenarnya proses yang aku lakuin tuh panjang,” kata Rizky Billar di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Senin (23/11/2020).
“Dan saya jalanin pertama saya jalanin di tahun 2014 sampai akhirnya pertama kali syuting pada 2015. Artinya sekitar satu tahun saya casting nggak diterima. Di tahun 2015 saya dikasih kesempatan syuting sinetron di mana nggak jadi tayang. Tapi dapat pemeran pembantu, pendukung di 2014,” sambungnya lagi.
Kariernya tak menunjukkan kemajuan usai beberapa tahun berlalu. Hal itu sempat membuat Rizky Billar putus asa.“Saya ngerasa hopeless, ngerasain titik terendah di tahun 2017 akhir,” ungkapnya.
Hingga bintang film Topeng Kaca ini mendapatkan peran utama tahun 2018. Dari situ kariernya melonjak naik seiring berjalannya waktu.
“Saya menjadi peran utma dan peran yang sentral itu dapet di tahun 2018. Di situ menjadi titik balik di kehidupan saya. Akhirnya dapat peran utama main di berbagai judul ftv, main sinetron,” tuturnya menandaskan.
Berita Terkait
-
Jadi Juri 'D'Academy Musim 7, Lesti Kejora Bangga Dangdut Makin Digemari Anak Muda
-
Pamer Kemesraan Pangku Lesti Kejora sambil Main Keyboard, Rizky Billar Sindir Peramal Ini
-
Merasa Difitnah Maki-maki Peramal, Rizky Billar Ungkap Faktanya: Ditegur doang
-
Dianggap Tak Mampu Ajak Lesti Kejora ke Luar Negeri, Rizky Billar Sebut ke Beberapa Negara Pakai Uang Pribadi
-
Geram Selalu Dicibir Liburan hingga Umrah Pakai Duit Lesti Kejora atau Endorse, Rizky Billar: Gue Pakai Uang Sendiri
Terpopuler
-
Apkasindo Dukung Ekspor Satu Pintu DSI, Minta Harga TBS Sawit Segera Dipulihkan
-
Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 1,2 Ton Disembelih di Pakansari Bogor
-
Ketua KPK Ingatkan Jajaran Ekstra Hati-hati Terapkan KUHP dan KUHAP Baru
-
14 Hari Tayang, Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton
-
Wamenlu RI: Infrastruktur AI dan Data Center Picu Ancaman Baru Krisis Air Global
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo