Atalarik Syah (Suara.com/Sumarni)

Matamata.com - Usai urusan harta gono-gini selesai,  kisruh hak asuh anak Atalarik Syach dan Tsania Marwa masih belum berakhir. Faktanya Tsania Marwa belum bisa bertemu buah hatinya hingga kini meski Pengadilan Agama Cibinong telah menetapkan perempuan 30 tahun itu berhak atas hak asuh kedua anaknya. 

Atalarik Syach pun tak membantah hal tersebut. Soal kalimat eksekusi anak membuat aktor 47 tahun ini keberatan. Dia berharap bisa musyawarah untuk hak asuh kedua anaknya.

Atalarik Syah (MataMata.com/Herwanto)

"Kenapa kami tidak sepakat dan tidak bisa membenarkan, karena ini menyangkut hak azasi anak sendiri, itu intinya," kata Atalarik Syach saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (5/4/2021).

Baca Juga:
Atalarik Syach Menang Sidang Harta Gono Gini: Mudah-mudahan Dia Bisa Terima

Beberapa waktu lalu, Atalarik Syach sendiri sudah menyampaikan keberatannya tersebut kepada majelis hakim Pengadilan Agama Cibinong. 

Tsania Marwa sendiri memang sempat menyebut akan melakukan penjemputan jika tak kunjung diserahkan kedua anaknya kepadanya. Gara-gara hal itu, Atalarik Syach pun mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Tindakan eksekusi ini ya terus terang kami menolak dan lebih kepada solusi untuk musyawarah. Nah di sini, saya juga sudah ke KPAI secara pribadi menyangkut undangan tersebut waktu 17 Februari 2021 untuk KPAI bertindak sebagai saksi apabila tindakan ini dilaksanakan. Sebagai saksi untuk melihat anak prosesinya seperti apa," imbuh aktor berusia 47 tahun itu.

Baca Juga:
Mercy Atalarik Syach dan Tsania Marwa Bakal Dibagi 2, Ada Kenangan Indah

Tsania Marwa. (MataMata.com/Herwanto)

Usai mengasuh mereka selama empat tahun ini sendirian, Atalarik Syach mengaku berat melepas kedua anaknya. Bintang sinetron Ratapan Ibu Tiri ini juga mempertimbangkan kondisi psikis anak-anaknya yang selama ini juga hanya bertemu di sekolah namun tak bisa lagi karena pandemi Covid-19.

"Yang menjadi pertimbangan anak bagi saya, ini empat tahun anak-anak sama saya. Apalagi sepanjang pandemi ini, ibu anak anak nggak bisa lihat di sekolah," ujar Atalarik Syach.

Bahwa selama ini dia membebaskan mantan istrinya bertemu anak-anak selama di sekolah diakui oleh pesinetron Tiada Hari yang Tak Indah ini. Namun, ia memang mengaku tidak bisa menyerahkan hak asuh anak seratus persen ke Tsania Marwa.

Baca Juga:
Gugatan Tsania Marwa Tak Terbukti, Atalarik Syah Tak Perlu Bayar Rp 5 M

Tsania Marwa. (MataMata.com/Herwanto)

"Saya juga bebaskan untuk melihat anak di sekolah tidak dibataskan juga bertemu, jadi ini benar-benar karena pandemi (Tsania Marwa sulit bertemu anak)," ujarnya.

Soal hak asuh anak bersama, Atalarik Syach mengaku pernah menyampaikan ide tersebut kepada mantan istri. Namun ditolak.

"Untuk membagi hak asuh bersama itu ide saya waktu gugatan hak asuh anak pertama kali di Pengadilan Agama Cibinong, untuk membagi parenting terhadap anak. Tapi itu 100 persen ditolak dia (Tsania)," katanya membeberkan.

Tsania Marwa membuat gelang khusus sebagai bentuk rasa rindu terhadap dua anaknya. [Revi C Rantung/Suara.com]

Tsania Marwa dan Atalarik Syach sendiri resmi bercerai sejak 15 Agustus 2017. Dalam putusan itu, Tsania Marwa mendapatkan hak asuh anak perempuan. Sementara hak asuh anak laki-laki jatuh ke tangan Atalarik Syach.

Perebutan hak asuh anak bahkan terjadi sebelum gugatan cerai masuk ke pengadilan. Tsania Marwa pernah tak bisa bertemu anaknya selama bertahun-tahun.

Hingga Tsania Marwa mengalukan lagi gugatan hak asuh anak. Lalu pada Rabu, (17/2/2021) Pengadilan Negeri Cibinong memberikan keputusan hak asuh anak jatuh ke tangan Tsania Marwa. Namun, kedua anaknya hingga kini masih di tangan Atalarik.

Load More