Matamata.com - Hanung Bramantyo pasang badan terhadap perundungan yang diterima istrinya, Zaskia Adya Mecca. Hal ini masih terkait protes Zaskia Mecca terhadap cara pihak tertentu yang berteriak-teriak ketika membangunkan orang sahur.
Beberapa warganet mampir ke kolom komentar Zaskia Adya Mecca maupun suaminya, Hanung Bramantyo. Mereka mengatakan aksi tersebut terbilang wajar terjadi di bulan suci Ramadan. Malah akan terasa aneh jika sejumlah masjid sepi dari pengumuman sahur.
"Perasaan dari dulu juga sudah biasa kayak begini deh. Bangunin sahur pakai toa nggak asing sama sekali, malah asing kalau bulan Ramadan sepi-sepi aja," tulis akun har*******sep di kolom komentar Zaskia Adya Mecca.
"Pak Hanung dapet salam dari toa masjid. Mudah-mudahan bapak nggak alergi sama yang bangunin sahur dan melegenda di Indonesia," timpal akun @nia*******wan.
Tak mau terjadi kesalahpahaman, Hanung Bramantyo memberikan klarifikasi. Sang istri bukan protes soal toa masjid. Melainkan mengenai cara seseorang membangunkan dengan memanfaatkan fasilitas di rumah ibadah.
"Orang-orang kok ya pada salah sangka. Dikiranya saya dan istri anti toa. Baca berita yang benar kenape," tulis Hanung Bramantyo dikutip dari Instagram, Sabtu (24/4/2021).
"Zaskia protes kepada orang-orang yang menggunakan toa dengan cara yang tidak ramah. Teriak-teriak dengan dalih bangunin orang sahur, memangnya semua orang puasa?" papar Hanung Bramantyo.
Hanung Bramantyo dengan adanya teriakan itu bisa membuat mereka yang sebenarnya tidak diharuskan puasa merasa terganggu dan terbangun.
"Selain yang beragama Islam, orang-orang yang tidak diwajibkan sahur yaitu anak di bawah umur, lansia, orang sakit dan ibu menyusui," jelas sutradara 45 tahun ini.
Bapak enam anak ini mencontohkan, dua putranya yang termasuk dalam golongan tersebut.
"Ente pikir Bhre Kata dan Bhaj Kama harus bangun sahur juga gitu gae?" tanya Hanung.
Postingan Hanung Bramantyo sekaligus memberikan informasi cara membangunkan sahur yang baik dan benar.
"Nih syariatnya, 'sesungguhnya Bilal melakukan adzan di malam hari (sebelum subuh) untuk membangunkan orang yang tidur diantara kalian. Orang yang tahajud bisa kembali istirahat (untuk persiapan subuh)'," tulis Hanung yang dikutip dari laman website.
Merujuk pada apa yang dilakukan sahabat nabi, Bilal bin Rabah, masyarakat bisa ikut meneladaninya.
"Nggak teriak-teriak Sahuuuurrr!! Ibu-ibu ayo masaaak, tapi pakai adzan. Adzannya pun harus diseleksi suaranya," terang Hanung Bramantyo.
Terpopuler
-
Mensesneg Respons Usulan Menteri HAM soal Jabatan Sipil dalam Revisi UU Polri
-
Menkeu Purbaya Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tak Bebani Fiskal Nasional
-
Melalui Lagu 'Aku Bisa', Rucky Markiano Bangkit dari Luka dan Keterpurukan
-
Kunjungan Wisman April 2026 Naik, Devisa RI Tembus Rp68 Triliun
-
John Herdman Bangga Mathew Baker Jadi Debutan Termuda Timnas Indonesia
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo