Matamata.com - Musisi jazz Indonesia Benny Mustapha Van Diest atau yang lebih dikenal Benny Mustafa meninggal dunia. Kabar meninggalnya Benny Mustafa salah satunya diketahui dari musisi Gerald Situmorang.
"RIP Om Benny Mustafa, legenda jazz Indonesia," tulis Gerald Situmorang di Twitter, Jumat (2/7/2021).
Kepergian lelaki yang meninggal di usia 81 tahun itu juga dibenarkan oleh Stanley Tulung melalui pesan Whats App.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Turut berduka cita dengan kepergian Om Benny Mustafa. Semoga lapang jalanmu menuju keabadian sejati senior," tulisnya.
Ungkapan duka cita juga dituliskan musisi Indra Lesmana di akun Instagramnya. Musisi jazz itu memposting video saat bersama mendiang Benny Mustafa.
"Hari ini kita kehilangan seorang musisi besar. Saya lahir dan dibesarkan di rumah di mana Om Ben selalu berada di sekitar kami. Beliau adalah sahabat almarhum ayah saya dan merupakan drummer jazz yang swinging dan inovatif," tulis Indra Lesmana di-caption videonya.
"Beliau juga satu-satunya musisi dari grup jazz lengendaris, Indonesian All Stars yang tersisa namun kini mereka semua telah tiada. Selamat jalan Om Ben," sambungnya.
Postingan itu pun direspona oleh beberapa pengikut Indra Lesmana. Beberapa diantaranya Tompi dan juga putrinya, Eva Celia yang memberikan wajah emoji menangis.
Semasa hidupnya, Benny Mustafa dikenal sebagai pemain drummer jazz. Bahkan dia pernah menjadi penabuh drum untuk band di acara Berpacu dalam Melodi TVRI bersama Ireng Maulana.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
-
KPK: Lemahnya Kaderisasi Parpol Picu Praktik Mahar Politik dan Korupsi
-
Seskab Teddy dan Dirut KAI Pastikan Proyek Hunian Warga Pinggir Rel Senen Rampung Juni
-
Karakter Kuat Rio Dewanto di Sinetron 'Jejak Duka Diandra', Digandrungi Penonton
-
Kemenkes Percepat Sertifikasi Higiene 26 Ribu Dapur Gizi di Seluruh Indonesia
-
Yusril Ihza Mahendra Tegaskan Pemerintah Terbuka terhadap Kritik Tajam Akademisi
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo