Nur Khotimah | MataMata.com
Band Kotak. (instagram/@chuakotak)

Matamata.com - Personel band Kotak akhirnya menanggapi Posan Tobing yang belakangan koar-koar membuat klaim di media sosial. Selain mengeklaim tidak mendapat royalti lagu, Posan Tobing juga mengaku diblokir oleh personel Kotak.

Soal blokir akun Instagram Posan Tobing, Tantri Kotak memberikan penjelasan yang cukup panjang. Ia rupanya tak asal-asalan memblokir media sosial Posan.

"Sejujurnya kami itu memblok Bang Posan setelah Bang Posan memposting cuitan yang menyerang kami. Sebenarnya kalau ngomongin blok ini, kami hanya ngeblok sebatas sosial media," kata Tantri dikutip dari video klarifikasi Kotak, Jumat (7/10/2022).

Baca Juga:
9 Pesona Hyeri Girl's Day di May I Help You, Karakternya Punya Kemampuan Unik

Band Kotak. (instagram/@chuakotak)

"Kalau misal Bang Posan ingat, tahun 2013, Bang Posan pasti lupa, kalau saya dan juga mas Aldi selaku manajer Kotak pernah sowan, datang ke rumah Bang Posan, bertemu dengan orangtua Bang Posan juga gitu, dan sampai detik ini pun kita masih berhubungan baik, ada bukti chat WhatsApp," lanjutnya.

Tantri menegaskan bahwa kontak dan alamat rumah, baik pribadi maupun manajemen mereka masih sama. Jadi, Posan Tobing tidak akan kesulitan jika ingin menghubungi mereka.

"Jadi kami juga bukan kacang yang lupa pada kulitnya, kita juga masih mengingat sekali gitu, siapa yang berjasa buat kita, bagaimana proses kita dulu," kata Chua.

Baca Juga:
Atta Halilintar Pamer Foto Pondok Pesantren Miliknya, Komentar Krisdayanti Disorot

Posan Tobing. (MataMata.com/Evi Ariska)

"Semenjak Posan memutuskan untuk mundur dari Kotak di tahun 2011 untuk membuat satu project, kami selalu mendoakan yang terbaik untuk project-nya Bang Posan," tambah Tantri.

Kotak juga menanggapi keluhan Posan Tobing soal pembayaran royalti lewat video klarifikasi yang dibuat oleh Tantri, Chua, dan Cella. Kotak meluruskan bahwa hal tersebut bukan lah kewajiban mereka.

Baca Juga:
8 Potret di Balik Layar One Dollar Lawyer, Drama Baru Namgoong Min yang Ratingnya Bagus

Kontributor: Chusnul Chotimah
Load More