Matamata.com - Chicco Jerikho menuai hujatan menyusul pernyataan yang dirilis Kite Entertainment terkait isu Arawinda Kirana pelakor. Chicco merupakan CEO talent agensi yang menaungi bintang film Yuni tersebut.
Dalam pernyataannya, Kite Entertainment menegaskan bahwa Arawinda Kirana bukan pelakor yang membuat rumah tangga Amanda Zahra dan Guiddo Ilyasa retak hingga berujung perceraian.
Setelah pernyataan dirilis, Arawinda Kirana justru semakin dirujak warganet karena dianggap play victim. Chicco Jerikho ikut diserbu karena dianggap terlalu melindungi artisnya. Ibu Amanda Zahra bahkan menegur suami Putri Marino untuk tidak menghancurkan mental anaknya.
Selain terkesan membela mati-matian, satu hal lagi yang dipermasalahkan warganet, yaitu tidak adanya kata maaf dalam pernyataan. Arawinda Kirana dicap arogan karena ogah mengaku salah, sementara Chicco Jerikho disuruh belajar dari agensi Korea.
"Belajar lah dari agensi-agensi di Korea, sebelum salah atau benar si artis, agensi lebih dahulu membuat pernyataan permintaan maaf karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat ulah si artis. Tindak lanjuti permasalahan, selidiki," tulis akun @aiwhulan92 di unggahan akun gosip.
"Kalau pun terbukti dia nggak bersalah buat lah bahasa yang lebih baik dan sopan dengan di akhiri, kami akan menuntut pihak yang telah mencemarkan nama baik artis kami. Ini malah nggak minta maaf karena udah belain si artis yang bersalah walaupun dimanipulatif, eh malah menyudutkan pihak lain," lanjut warganet tersebut.
Berita Terkait
-
Bintangi Film 'OZORA', Chicco Jerikho Merasa Melawan 'Abuse of Power'
-
Chicco Jerikho hingga Anggy Umbara Gelar Aksi Musikal, Tunjukkan People Power
-
Dalami Karakter di Film 'Ozora', Chicco Jerikho Rasakan Emosi dan Empati
-
Bintangi Sinetron 'Ikrar Cinta Suci', Ben Kasyafani Yakin Mampu Pikat Hati Penonton: Tetap di Rating Satu
-
Run for Equality 2024: Ekspresikan Kekuatan dalam Diri dan Rayakan Kesetaraan!
Terpopuler
-
DPR Desak Evaluasi Total Aturan Daycare Pasca-kasus Kekerasan Anak di Yogyakarta
-
KSP Muhammad Qodari Buka Suara Terkait Isu Reshuffle Kabinet Merah Putih
-
MPR Desak PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Israel Usai Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
-
Fadli Zon Respons Putusan PTUN Jakarta Terkait Gugatan Isu Pemerkosaan Mei 1998
-
Srikandi Paspampres Unjuk Gigi dalam Upacara Kawal Istana Merdeka Spesial Hari Kartini
Terkini
-
Pertama di Asia, Daft Funk Live Hadir di Jakarta Jadi Persembahan Tribute Daft Punk
-
"Titip Bunda di Surga-Mu" Bikin Penonton Jogja Menangis, Jadi Pengingat Berharga tentang Keluarga
-
Bandit Tayang Perdana di JAFF 2025: Drama Aksi tentang Pelarian & Balas Dendam
-
Bukan Sekadar Nostalgia: Ini 3 Alasan Setting Film 'Rangga & Cinta' Tetap di Tahun 2000-an
-
LAKON Indonesia Membawa Warisan dan Inovasi ke Panggung Utama Osaka World Expo