Matamata.com - Leona Agustine pasti sudah tak asing lagi di mata kalian penikat sinetron dan FTV Indonesia. Namanya mulai dikenal publik saat ia bermain di sinetron Islam KTP pada 2010 silam.
Selain main sinetron, Leona Agustine juga langganan jadi model video klip. Tak tanggung-tanggung, Leona menjadi model video klip untuk lagu Sheila On 7 berjudul 'Hari Bersamanya', Ari Lasso berjudul 'Kisah Kita' dan masih banyak lagi.
Saat ini Leona Agustine tak terlalu aktif lagi di layar kaca. Perempuan berusia 28 tahun ini juga kekasih dari penyanyi Teddy Adhitya.
Berikut Matamata.com berikan potret terkini Leona Agustine.
1. Kekinian
Leona Agustine sekarang bisa disebut sebagai selebgram juga. Selera fashionnya kerap dijadikan inspirasi para remaja masa kini.
2. Instagramable
Ketika mengunjungi Instagram Leona Agustine, mata seolah dimanjakan karena hasil fotonya indah-indah.
3. Awet muda
Leona Agustine tak terlihat seperti usia 28 tahun. Ia masih terlihat seperti 23 tahun.
4. Casual
Gaya fashion Leona Agustine cenderung casual dan santai.
5. Bersama kekasih
Leona Agustine bersama Teddy Adhitya. Mereka ini serasi banget.
Berita Terkait
Terpopuler
-
Sukses jadi Intel, Iptu Sukandi Rekam Lagu 'I Love You Bhayangkari' untuk Sang Istri
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
MK Tolak Permohonan Uji Materi KUHP dan UU ITE yang Diajukan Roy Suryo dkk
-
Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman
-
KPK: Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Rejang Lebong Sangat Rentan Korupsi
Terkini
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Terbaik 2026 yang Hemat Listrik, Baju Kinclong dan Bebas Kuman
-
Hari Pertama Tayang, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Bikin Bioskop Banjir Air Mata hingga Dipuji Anies Baswedan
-
Meriam Bellina dan Ikang Fawzi Perankan Orang Tua yang Hadapi Ujian Terberat di Film 'Titip Bunda di Surga-Mu'
-
Tayang Hari Ini, 'Titip Bunda di Surga-Mu' Hadir Sebagai Pengingat Pentingya Pulang ke Keluarga di Lebaran Mendatang
-
Menertawakan Usia 30 Tahun Bersama Priska Baru Segu Lewat 'Pertigapuluhan'