Matamata.com - Al Ghazali sepertinya ingin mengenang masa kecilnya. Pun ia mengunggah foto dirinya saat masih bayi.
Lucunya ia mencoba menyamakan dirinya dengan bayi superman. Ia merasa mirip karena rambut poni yang serupa.
"Aku bukanlah superman. Tapi ada keturunan kayanya," tulis Al Ghazali disertai emotikon ngakak.
Postingan Al Ghazali itu pun ternyata menggelitik sang bunda, Maia Estianty untuk komentar.
Maia seolah membenarkan kalau memang Al Ghazali ada keturunan Superman.
"Ada, eyangmu namanya SUPARMAN," balas Maia Estianty.
Sontak komentar istri Irwan Mussry ini langsung mengundang tawa netizen lain.
"Bunda maya ampuuun ngakak bacanya," komentar netizen.
"Bunda bisa bae," netizen lain ikut ngakak.
"Ya Allah bund, humorku anjlok," ngakak netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Ahmad Dhani Dituding Idap Narcissistic Personality Disorder (NPD) oleh Warganet, Ini Reaksi Maia Estianty
-
Musisi Maia Estianty Doakan Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Tak Diganggu Orang Ketiga
-
Resepsi Al Ghazali dan Alyssa Daguise Usung Tradisi Barat, Maia Estianty Diajak Dansa
-
Sah! Al Ghazali Resmi Nikahi Alyssa Daguise dengan Mas Kawin Logam Mulia dan Uang Euro
-
Maia Estianty Terharu di Siraman Al Ghazali dan Alyssa Daguise
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya