Matamata.com - Sosok sutradara yang berasal dari Blitar, Livi Zheng sedang menjadi buah bibir masyarakat tanah air. Bahkan, hingga hari Senin (2/9) lalu, Livi Zheng menghiasi trending pencarian Twitter loh.
Wanita yang mengarahkan film Bali : Beats of Paradise ini, memang sempat dipertanyakan oleh deretan sutradara senior seperti Joko Anwar hingga John de Rantau.
Hal ini karena ia beberapa kali memberi pernyataan soal karyanya di ajang Piala Oscar.
Diketahui dari video Youtube Metro TV, tampak sutradara tanah air Joko Anwar, John de Rantau dkk tampak mempertanyakan 5 hal ke Livi Zheng. Berikut 5 pertanyaan dan jawabannya yang telah Matamata.com rangkum :
1. Tidak Pede dengan Karya
Joko Anwar menanyakan soal embel-embel nominasi Oscar yang selalu ia bawa dalam karyanya.
"Apakah Livi ini seorang yang tidak segitu pedenya dengan karyanya. Sehingga karyanya tak berbicara sendiri, sehingga harus diberi embel-embel nominasi Oscar,"
"Saya nggak pernah bilang film saya masuk nominasi Oscar, tapi seleksi masuk nominasi Oscar. Untuk masuk bioskop Amerika aja nggak gampang, apalagi masuk seleksi nominasi Oscar," jawab Livi Zheng.
2. Best Pictures di Oscar
Dalam acara tersebut, tampak sutradara John de Rantau menanyakan soal kategori yang Livi Zheng masukkan di Piala Oscar.
Ia pun sempat menceritakan proses yang panjang untuk masuk seleksi Oscar dalam kategori Film Berbahasa Asing Terbaik tahun 2008.
"Berbicara tentang Oscar saya juga bingung, Livi ini mewakili personal atau negara. Karena yang saya tau, Oscar yang pernah saya wakili film Denias. Apakah Livi juga mengalami hal yang seperti itu, sehingga sudah Anda mengikutkan, lalu Anda masuk di kategori apa? Karena nggak gampang masuk ke Oscar," tanya John de Rantau.
Tanpa gugup, Livi Zheng menjawab jika ia masuk kategori yang paling bergengsi di ajang Piala Oscar.
"Best Pictures jadi kategori yang paling bergengsi di Oscar. Makanya, buat saya, dari ribuan film, film saya diundang untuk masuk ke-300 itu adalah suatu kebanggaan buat saya," jawab Livi Zheng.
3. Undangan ke Ajang Oscar
Jawaban dari Livi Zheng soal kategori pun merujuk pada undangan dari ajang film terbesar di dunia tersebut. Joko Anwar tanya lebih lanjut soal undangan yang Livi Zheng gembar-gemborkan.
"Livi selalu bilang 'Saya diundang, film saya diundang untuk mengikuti Oscar'. Kan sebenarnya mendaftar?" tanya Joko Anwar.
"Saya diundang, nggak, saya nggak mendaftar. Film Brush With Danger nggak mendaftar. Jadi, langsung kita diundang. Tiba-tiba, kita juga nggak nyangka. Kita diundang, kita dapet email. Script saya juga diminta oleh perpustakaan Oscar, bisa dicek langsung," jawab Livi Zheng bersikeras.
4. Kualitas film Livi Zheng
Joko Anwar pun menjelaskan soal film yang diikutsertakan ke ajang Piala Oscar, belum tentu punya kualitas yang baik.
"Film kalau misalnya in contention for Oscar, artinya ikut dalam eligible untuk Oscar itu memang script dan filmnya diminta. Sekali lagi, itu bukan berarti filmnya secara kualitas up to Oscar standard and quality," ungkap Joko Anwar.
Livi Zheng pun tak setuju akan hal itu. Ia mengeluarkan pendapat mengenai film Asia Tenggara yang bisa masuk seleksi ke nominasi Oscar.
"Mas udah sering ya masuk Best Pictures? Mas, Oscar is the world standard. Tell me, berapa film dari Asia Tenggara yang bisa masuk seleksi nominasi Oscar dalam kategori Best Pictures?" jawab Livi Zheng.
5. Bali : Beats of Paradise vs Avengers
Livi Zheng pun pernah mengeluarkan press release dan Joko Anwar menggaris bawahi pernyataannya soal Bali : Beats of Paradise mampu bersaing dengan film Avengers.
"Banyak sekali pemberitaan tentang film Livi masuk seleksi Oscar. Ada press release yang datang dari pihak Livi itu disebarkan ke semua grup WhatsApp tentang film Bali: Beats of Paradise ini masuk Oscar bersama film Avengers," ceplos Joko Anwar.
"Betul, Mas Joko bilang sendiri kan kalau filmku bersaing sama Avengers? Buktinya emang filmku memang bersaing dengan film Avengers, filmku masuk Best Pictures" jawabnya Livi Zheng.
Joko Anwar pun kembali mempertanyakan genre film Livi Zheng.
"Gimana bisa bersaing sama Avengers, itu film Features, film kamu film Dokumenter," timpal Joko Anwar lagi.
Wah, banyak pertanyaan menohok nih buat Livi Zheng.....
Berita Terkait
-
Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Pembuktian
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar Indonesia
-
Fajar Nugra, Siap Kocong Perut Penonton di Film Komedi Horor 'Dukun Magang'
-
14 Hari Tayang, Film 'Semua Akan Baik-Baik Saja' Garapan Baim Wong Tembus 1 Juta Penonton
-
Ketika Cinta Menjelma Jadi Dendam Mematikan: 'Badut Gendong' Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini
Terpopuler
-
Soroti Anggota Polri Ikut Ormas, Ketua Komisi III DPR: Etis Enggak Pimpinan Deklarasi?
-
Golkar Desak Badan Gizi Nasional Jamin Transparansi Penunjukan Titik SPPG
-
KSP Tegaskan Komitmen Penyelamatan Aset Negara, Satgas PKH Amankan Rp371 Triliun
-
Sentil Asas Keadilan, Menteri HAM Usul Sipil Juga Bisa Duduki Jabatan Strategis di Polri
-
Menkum Supratman Ingatkan ASN Tak Main-main dengan Layanan Publik Usai Rentetan Kasus Korupsi
Terkini
-
Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Pembuktian
-
Bukan Pahlawan, Bukan Iblis: Badut Gendong Bawakan Sosok Anti-Hero Wong Kalahan di Layar Lebar Indonesia
-
Jelang Pementasan Perdana, Jersey Boys the Musical Siap Hidupkan Era Frankie Valli di Jakarta
-
Ketika Cinta Menjelma Jadi Dendam Mematikan: 'Badut Gendong' Resmi Meneror Bioskop Mulai Hari Ini
-
Ketika Semesta Qodrat Menyambut Lahirnya Teror Badut Gendong, yang Siap Mengoyak Jagat Sinematik Horor Indonesia!