Matamata.com - Belakangan publik tengah dihebohkan dengan peneguran sejumlah tayangan yang dilakukan oleh KPI. Dua di antaranya adalah trailer film Gundala dan Spongebob Squarepants.
Dilansir dari chanel YouTube Q & A Metro TV, KPI berdalih beberapa alasan penting terkait peneguran film Gundala dan Spongebob Squarepants.
Kira-kira apa saja ya yang menjadi pertimbangan KPI?
Berikut MataMata.com rangkum, 4 alasan penting di balik peneguran kedua film tersebut.
1. KPI tidak anti film Gundala
Dilansir dari tayangan Q & A Metro TV, KPI dengan tegas mengaku tidak keberatan dengan penayangan film Gundala. Apalagi film ini sendiri menggambarkan ragam sosok pahlawan asli pribumi.
Bahkan, mereka justru mengapreasiasi film heroik karya Joko Anwar tersebut.
2. Penyorotan kata kasar dalam trailer film Gundala
Lagi-lagi KPI menegaskan jika yang menjadi tiitk permasalahan dalam film Gundala adalah penggunaan kata-kata kasar yakni bangs*t.
Apabila tidak ditegur, KPI khawatir jika penggunaan kata-kata tersebut pada akhirnya akan dianggap biasa dan dijadikan lifestyle baru.
3. Beberapa serial Spongebob Squarepants mengandung tindak kekerasan
Di dalam salah satu filmnya yang berjudul Big Movie Family: Spongebob Squarepants terdapat adegan berbahaya yang takutnya akan ditiru anak-anak yang belum mengerti. Contohnya, ketika seekor kelinci memukul wajah kelinci lain dengan papan. Menjatuhkan bowling ke arah wajah dan lain sebagainya.
4. KPI selalu rutin melakukan survei
KPI juga mengaku tidak sembarangan dalam menjatuhkan sanksi ataupun teguran. Tindakan tersebut berdasarkan indeks survei yang telah dilakukan oleh KPI selama setahun dua kali.
Berita Terkait
-
Belajar dari China, KPI Pusat Gali Masukan Atur Media Digital untuk Revisi UU Penyiaran
-
Saurans Stop Tayang usai Ditegur KPI, Raffi Ahmad Sebut karena Masalah Teknis: Bukan Rating
-
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Ungkap Alasan SauRans Berhenti Tayang, Bukan Gegara Cipung atau Rating Jeblok
-
Disindir Nikita Mirzani Pakai Eyeliner di Acara Brownis, Ivan Gunawan Blak-blakan Tak Takut KPI: Gak Ada Urusan, Gue Kerja sama TV!
-
Brownis Didesak Gercep Patenkan Soimah Jadi Host, Ivan Gunawan Sempat Niat Balik: Chemistry Dapet
Terpopuler
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
-
Prabowo Koreksi Desain IKN: Tambah Embung dan Perkuat Antisipasi Karhutla
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya