Matamata.com - Tak butuh waktu lama bagi Nikita Mirzani untuk memiliki gandengan baru. Ibu 3 anak itu kini sudah memiliki kekasih bule.
Diketahui, nama kekasih bule Nikita Mirzani adalah Bets.
Penasaran seperti apa sosok Bets ini? Yuk, langsung saja simak 5 potret gantengnya yang berhasil dirangkum oleh Matamata.com.
1. Pelukan
Bets nampak begitu menyayangi Nikita Mirzani. Dalam beberapa kesempatan, ia nampak memeluk Nikita Mirzani dengan hangat.
2. Jalan-jalan ke alam
Bets juga rupanya sangat suka berkunjung ke alam nih.
3. Model
Di Perancins, Bets ini dikenal sebagai model sekaligus aktor.
4. LDR
Meski memiliki perbedaan umur yang jauh, namun Nikita Mirzani dan Bets tak ragu untuk mengekspresikan cintanya.
5. Hot
Sebagai model, Bets memiliki postur tubuh yang hot banget nih.
Berita Terkait
-
Reza Gladys Melawan di Persidangan, Bikin Nikita Mirzani dan Pengacara Terdiam
-
Siap Bongkar Fakta di Persidangan, Nikita Mirzani Hadapi Bos Skincare Reza Gladys
-
Tetap Bersinar di Balik Jeruji, Dinar Candy Ungkap Nikita Mirzani Ceria dan Glowing di Penjara
-
Nikita Mirzani Tetap Kuat Usai 20 Hari Lebih Ditahan, Laporkan Reza Gladys Terkait UU ITE
-
Tak Tinggal Diam, Nikita Mirzani Balas Laporan Reza Gladys dengan Aduan Ke Polisi
Terpopuler
-
Presiden Prabowo Melawat ke Inggris Pekan Depan, Bidik Kerja Sama Universitas Papan Atas
-
Denmark Peringatkan AS: Upaya Rebut Greenland Bisa Jadi Lonceng Kematian NATO
-
Menteri PKP Targetkan Pembangunan Ratusan Rusun Subsidi Sepanjang 2026
-
Kemenhaj: Petugas Haji Wajib Berseragam dan Tidak Pakai Ihram saat Puncak Armuzna
-
Kumpulkan 1.200 Rektor, Presiden Prabowo Tekankan Pendidikan Tanpa Bebani Mahasiswa
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya