Matamata.com - Setelah putus dengan Fero Walandouw, Susan Sameh kerap memamerkan kebersamaan dengan Chandra Liow nih.
Keduanya memang sedang di dalam sebuah proyek film yang disutradarai oleh Chandra Liow.
Penasaran nggak sih dengan potret kedekatan keduanya?
Simak selengkapnya yuk rangkuman Matamata.com di bawah ini :
1. Nongkrong bareng
Potret Susan Sameh saat nongkrong bareng teman-teman Chandra Liow juga nih.
2. Belanja bersama
Jalan bareng, keduanya juga tampak belanja baju bersama. Cie sampai bikin video bareng...
3. Selfie
Selfie keduanya unik banget nih sampai menengadah bareng.
4. Pose kocak
Keduanya berpose kocak, duh duh serasi nggak nih menurut kalian?
5. Sama-sama single
Chandra Liow dan Susan Sameh yang sama-sama single. Cantik dan ganteng nih.
Berita Terkait
-
Andovi, Jovi serta Chandra Liow Kembali Persembahkan 'Epic Rap Battles of Presidency 2024', No Golput!
-
8 Potret Kedekatan Nada Tarina Putri dan Ayah Kandung, Ternyata Bheben Bassist Band T-Five
-
Susan Sameh Idap Gangguan Panik, Jadi Takut Berhubungan dengan Pria
-
Diduga Idap Penyakit Kista, Susan Sameh Bingung Disuruh Hamil untuk Sembuh Padahal Belum Menikah
-
Berteman Lebih dari 30 Tahun, Ini 6 Potret Kedekatan Tiko Aryawardhana dan Adilla Dimitri
Terpopuler
-
Seskab Teddy Ajak Umat Islam Jadikan Isra Mikraj Momentum Teguhkan Iman
-
KPK Dalami Dugaan Aliran Uang dari Biro Haji ke Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman
-
Piala Asia 2026: Timnas Futsal Indonesia Gelar Dua Uji Coba Tertutup Lawan Tajikistan dan Jepang
-
Istana: RUU Penanggulangan Disinformasi dan Propaganda Asing Masih Sebatas Wacana
-
Wamenhaj Coreat Enam Calon Petugas Haji karena Tak Jujur Soal Riwayat Penyakit
Terkini
-
8 Tips Liburan Hemat ke Bandung yang Patut Dicoba
-
Bersih Maksimal dan Hemat Energi! Ini 5 Mesin Cuci Panasonic Terbaik 2026
-
Biasa Dikelilingi Cowok, Ringgo Agus Rahman Girang Jadi yang "Paling Ganteng" di Film Terbaru
-
Happy Catchy Studio dan Keluarga Resmi Luncurkan Didi Kempot AI, Inovasi Digital Pelestarian Warisan Budaya
-
Pameran 'SUARA Indonesia!' Hadir di Yogyakarta, Refleksi 20 Tahun Konvensi UNESCO tentang Keberagaman Budaya